Komisi VII DPR: Eksistensi Pulau Nipah Sangat Terancam

Sumber : | Senin, 12 Desember 2005 09:00




Komisi VII DPR: Eksistensi Pulau Nipah Sangat Terancam
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Ketua Komisi VII DPR RI Agusman Effendi mengatakan, pemerintah harus mengeluarkan instruksi untuk melarang semua jenis penambangan pasir yang dilakukan secara liar di sekitar Pulau Nipah karena membahayakan eksistensi pulau yang menjadi patokan pulau terluar yang berbatasan dengan Singapura.

"Keberadaan Pulau Nipah akan terancam punah jika penambangan pasir di sekitar pulau tetap dilanjutkan. Jika pulau itu punah, batas wilayah RI akan semakin sempit sementara wilayah Singapura akan semakin luas," kata Agusman kepada wartawan saat berkunjung di Pulau Nipah, Kepulauan Riau, Minggu.

Agusman mengatakan, pemerintah harus segera membangun suar pemantau yang memadai dengan melibatkan personel TNI AL untuk mengawasi terjadinya pelanggaran atas penambangan liar pasir di wilayah itu.

Kondisi Pulau Nipah yang saat ini tinggal 60 hektare hanya diawasi empat personel TNI AL yang dipimpin Lettu Dedi Alfinosa.

Kepada wartawan, Dedi mengatakan, peralatan yang dimiliki untuk mengawasi perbatasan wilayah RI dengan Singapura sangat tidak memadai karena pemerintah belum sanggup mengadakan peralatan radar dan radio komunikasi standar serta kapal cepat untuk memburu kapal asing yang melakukan pelanggaran di wilayah RI.

Dedi mengatakan, untuk hidup sehari-hari, dia dan anak buah mengkonsumsi mie instan karena jatah makan yang diberikan pemerintah tidak memungkinkan untuk membeli makanan yang memenuhi kebutuhan gizi yang memadai.

Dia mengatakan bahwa di perairan Nipah tidak memungkinkan lagi untuk mendapatkan ikan dengan cara memancing karena perairan tersebut tercemar limbah dari kapal yang lalu lalang.

Sementara itu anggota Komisi VII DPR Chofifah Indar Parawansa mengatakan, penambangan pasir liar yang dilakukan di sekitar Pulau Nipah telah digunakan oleh Singapura untuk melakukan reklamasi sebagai persiapan landasan pacu pesawat tempur F-16.

Chofifah mengatakan, pemerintah selama ini kurang tegas dalam melarang penambangan pasir di sekitar Pulau Nipah.

"Jika penambangan pasir itu tidak dihentikan, tidak mustahil Pulau Nipah yang menjadi batas terluar pulau di Selat Malaka itu akan segera punah," katanya. (*/rit)

Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Foke Vs Jokowi# Jokowi

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Planet ini punya cincin 200 kali lebih besar dari milik Saturnus!
  • Saksi Budi Gunawan tak hadir dipanggil KPK, ini jawaban Mabes Polri
  • Menteri Yuddy: Larangan rapat di hotel 99 persen berhasil
  • Sebut 'warna', Benedict Cumberbatch dihujat kaum kulit hitam
  • Yuddy Chrisnandi: Penggalangan massa KPK atau Polri tak perlu
  • Sidak ke Kapuk, Djarot malah diteriaki warga mana Jokowi
  • Coba 6 hobi murah meriah ini untuk mengatasi stres!
  • Romahurmuziy dan Djan Faridz datang, KPU tegaskan bakal tetap netral
  • [FOTO] Lama tak muncul, Yoon Eun Hye kini makin 'tambun'
  • Selama jadi menteri, Yuddy Chrisnandi pamer sudah 121 kali blusukan
  • SHOW MORE