Kiai Sepuh Sepakat Dirikan Parpol Baru

Sumber : | Jumat, 25 Agustus 2006 19:15




Kiai Sepuh Sepakat Dirikan Parpol Baru
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Para kiai sepuh yang tergabung dalam Poros Langitan bersepakat mendirikan partai politik baru, menyusul putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak kasasi yang diajukan DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) versi Muktamar Surabaya.

"Para pengurus PKB (versi Muktamar Surabaya) dan para kiai besok akan melakukan pertemuan di Jakarta untuk membahas pembentukan partai baru," ungkap salah seorang kiai sepuh, KH Idris Marzuqi (Mbah Idris), di Kediri, Jawa Timur, Jumat (25/08).

Menurut dia, pendirian partai baru sudah bulat, setelah melalui ritual salat 'istikharah' atau memohon petunjuk kepada Tuhan.

Para kiai sepuh, lanjut Mbah Idris, menginginkan pembentukan parpol baru tersebut ditopang tiga unsur utama, yakni kalangan ulama pondok pesantren, para politisi yang setia kepada para ulama, dan unsur nahdliyyin.

"Meski hasil Muktamar NU di Solo mengamanatkan NU tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Namun para ulama berkehendak hanya individu nahdliyyin saja yang dilibatkan dalam partai baru tersebut, bukan pengurusnya," tuturnya saat ditemui di kediamannya di dalam kompleks Ponpes Lirboyo, Kediri usai salat Jumat itu.

Dia menegaskan, tawaran para kiai sepuh tersebut penting dipertimbangkan oleh para pendiri parpol baru nanti, karena para kiai sepuh tidak ingin pembelokan paradigma yang ditanamkan dalam PKB dulu kembali terulang.

Ia menganggap, paradigma PKB sebagai partai berbasis kekuatan massa tradisional yang agamis, dibelokkan menjadi partai sekuler seperti DPP PKB dibawah determinasi kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) beberapa tahun terakhir ini.

Menanggapi putusan MA yang berarti memenangkan DPP PKB versi Muktamar Semarang pimpinan Gus Dur dan Muhaimin Iskandar, Mbah Idris menyatakan, sebenarnya para kiai sudah menduga sebelumnya.

"Sehingga tidak kaget dengan putusan tersebut, dan sejak awal para kiai sepuh memilih sikap berseberangan dengan Gus Dur," paparnya.

Menurut dia, sikap berseberangan dengan Gus Dur sudah menjadi prinsip para kiai, karena cucu pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari itu, tidak istiqamah dengan kemurnian Aqidah Islam.

"Sikap para kiai sudah jelas, tidak akan mendukung orang yang dianggap tidak istiqamah dalam memegang teguh Aqidah Islam," ucapnya tanpa bersedia mengungkapkan apa saja bentuk tidak istiqamah pada ajaran Islam yang dianggap dilakukan Gus Dur itu.

Ia sendiri sebenarnya menyayangkan, ditempuhnya sikap berseberangan dengan Gus Dur yang juga deklarator PKB pada tahun 1999 lalu itu.

"Tetapi berbagai upaya untuk mengislahkan dua kubu (PKB versi Muktamar Surabaya dan PKB versi Mukatamar Semarang) sudah kami lakukan berulang kali. Namun tetap saja tidak membawa hasil, sehingga memang harus ada parpol baru," kata pengasuh Ponpes Lirboyo itu menambahkan. (*/lpk)


KUMPULAN BERITA
# IHSG

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya




{prev_next_news}


Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Julian Jacob curhat tentang kuliah dan jadwal padatnya
  • Wanita Mesir meninggal saat hendak laksanakan umrah
  • Tak ditemani Hatta, Prabowo silaturahmi dengan relawan
  • Bantah pecah, koalisi Prabowo-Hatta berharap menang di MK
  • Daripada pembebasan pajak, investor lebih pilih pengurangan
  • Pepe: Ancelotti banyak maunya
  • Dua polisi tewas ditembak kelompok bersenjata di Papua
  • Assad lakukan salat Idul Fitri di Damaskus
  • Pantau arus mudik dua hari, CT kenyang naik helikopter
  • Akbar Tandjung tak tahu gugatan Prabowo ke MK banyak kesalahan
  • SHOW MORE