Persentase Ibu yang Berikan ASI Saja Kurang dari 50%
Persentase Ibu yang Berikan ASI Saja Kurang dari 50%
Kapanlagi.com
Sumber: Kapanlagi.com


Kapanlagi.com - Bayi yang lahir dari ibu yang kekurangan gizi akan mengalami hambatan pertumbuhan sejak dalam kandungan dan juga berdampak pada berat badan lahir yang rendah, selain itu juga berpengaruh pada perolehan ASI (air susu ibu) dengan kuantitas dan kualitas rendah pula.

"Padahal ASI merupakan satu-satunya makanan bayi yang terbaik. Namun, dalam realitanya masih banyak ibu-ibu di Indonesia yang belum memberikan ASI ekslusif. Persentase ibu-ibu yang memberikan hanya ASI saja kurang dari 50%, dan itupun kurang dari dua bulan," kata Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Meneg PP), Meutia Hatta Swasono di Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara kunci seminar dan lokakarya bertema 'Memerangi Gizi Buruk Dari Perspektif Gender' yang diadakan Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (PSP3-LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam rangka Dies Natalis ke-42.

Ia mengatakan, rendahnya pemberian ASI ekslusif kepada bayi antara lain, terutama disebabkan oleh beberapa faktor, seperti rendahnya pengetahuan ibu tentang manfaat ASI bagi bayi dan manfaat menyusui bagi ibu.

"Disamping itu, juga kurangnya kepedulian dan dukungan suami, keluarga dan masyarakat untuk memberi kesempatan pada ibu menyusui secara ekslusif," katanya dalam sambutan yang dibacakan Deputi II Meneg PP, Setyawati, MSc.

Dikemukakannya pula bahwa rendahnya pemberian ASi dapat merupakan ancaman bagi pertumbuhan bayi dan perkembangan kualitas sumberdaya manusia (SDM) secara umum.

"Pemberian ASI dapat membentuk perkembangan rohani dan emosional bayi, karena dalam dekapan ibu selama disusui, bayi bersentuhan langsung dengan ibu sehingga mendapatkan kehangatan, kasih sayang dan rasa aman," katanya.

"Karena itu, agar memperoleh hasil yang lebih baik, ASI harus diberikan secara ekslusif," tambahnya.

Menurut Meutia Hatta, sebenarnya telah banyak upaya untuk meningkatkan pemberian ASI ekslusif itu. Bahkan, untuk mendukung peningkatan ASI ekslusif, Presiden RI telah mencanangkan Gerakan Nasional Peningkatan Penggunaan ASI pada peringatan Hari Ibu ke-62 pada tahun 1990. Upaya itu, kemudian disusul oleh Pencanangan Gerakan Masyarakat Peduli ASI pada 5 Agustus 2000.

"Kebijakan yang ditempuh dalam program peningkatan pemberian ASI di Indonesia adalah menetapkan minimal 80% dari ibu dapat memberikan ASI secara ekslusif," katanya.

Pada bagian akhir, ia menyatakan bahwa Kantor Meneg PP menyambut baik seminar yang mengangkat isu jender dalam konteks pengembangan kualitas hidup masyarakat, khsusunya di bidang kesehatan.

"Kita harapkan seminar ini dapat menghasilkan upaya terobosan serta masukan dalam upaya memberdayakan perempuan memerangi gizi buruk yang saat ini tengah terjadi pada beberapa daerah di Indonesia," katanya. (*/erl)

MERDEKA.COM BERKABUNG : UCAPKAN BELA SUNGKAWA UNTUK DIBAWA KE GUNUNG SALAK.

Kirim ke teman
  • Kirim copy ke email saya

Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya