"Sumber air bersih yang layak konsumsi itu hanya sekitar 25 persen dari 5.860 sungai yang tersebar di Indonesia. Dan itu pun yang tersisa hanya di kawasan Indonesia timur," ujar Ketua Rona Lingkungan Universitas Riau, Ariful Amri di Pekanbaru, Kamis (21/7).
Menurut dia, sungai-sungai di Sumatera, Jawa dan Kalimantan terkontaminasi zat besi yang berasal dari pengisikisan lapisan tanah maupun aktivitas pertambangan dan kegiatan industri lainnya.
Kebanyakan bentuk fisik air sungai tersebut menipu dengan kejernihannya namun bila diukur derajat keasamannya (PH) sangat rendah berkisar antara tiga atau empat.
Air sungai kelihatan jernih akibat sulfinasi dari sejumlah zat kimia berupa Ni, Fe, Zi, Mn dan zat lainya dari pengikisanlapisan batu bara."Air tersebut jernih namun memilii rasa sepet," ujar Ariful.
Bagi orang dewasa mengosumsi air yang kurang memenuhi standar kesehatan tersebut dalam jangka waktu pendek tidak akan berpengaruh terlalu besar.
Namun bagi anak-anak dan lansia, dalam waktu panjang akan mengakibatkan gangguan syaraf dan motorik akibat keracunan zat besi.
"Akibatnya baru akan dirasakan 20 hingga 40 tahun mendatang, disaat bayi dan anak-anak yang ada saat ini telah menjadi pemimpin negeri," ujarnya. (*/bun)

-
Puas
208
-
Tidak puas
1.003
-
Enak zaman Soeharto
2.159



-
1Mistis
-
2Korban sukhoi
-
3Gunung salak
-
4Sukhoi hilang
-
5Teladan bangsa
-
6Lady gaga






