"Foto-foto itu merupakan karya dari Nicephore Niepce, Jacques Henri Lartigue, Felix Nadar, Henri Cartier-Bresson, Robert Doisneau, Bernard Faucon, Marcel Duchamp, Agnes Varda, Raymond Depardon, Georges Rousse dan lainnya," kata Atase Pers CCCL, Pramenda Krishna Airlangga di Surabaya, Rabu (7/1).
Pameran dengan kurator Sophie Schmit itu adalah program keliling ke beberapa negara Asia, termasuk Indonesia.
Di Indonesia, pameran ini juga digelar di Yogyakarta (18-30 November 2008), Jakarta (1-15 Desember 2008), Bandung (16-23 Desember 2008) dan Denpasar (26 Desember 2008-8 Januari 2009).
"Lewat pameran kolektif bertajuk 100 x France ini, masyarakat luas di beberapa kota, termasuk Surabaya dapat menyaksikan dan mengapresiasi karya yang menjadi bagian dari sejarah Perancis," katanya.
Ia mengemukakan, bidang fotografi terus mengalami evolusi dari zaman ke zaman baik proses, teknik, maupun kamera yang digunakan.
Perjalanan panjang sejarah fotografi Perancis menunjukkan kekayaan warisan sepanjang 170 tahun sejak ditemukan daguerrotype.
"Pameran itu merupakan kilas balik yang mengetengahkan warisan seni fotografi Perancis semenjak awal mula ditemukannya fotografi tersebut," katanya.
Menurut dia, 100 foto yang dicetak secara modern itu merupakan hasil kerja sama CCCL dengan beberapa institusi penting seperti Perpustakaan Nasional Perancis, Museum Orsay, Perpustakaan Georges Pompidou, Sekolah Tinggi Seni Rupa Nasional dan para fotografer sendiri atau pemegang hak cipta foto tersebut.
"Agar masyarakat dapat memetik manfaat lebih dari pameran yang bisa jadi hanya sekali ini singgah di Surabaya, masyarakat juga dapat mengikuti penjelasan pameran dan seputar sejarah fotografi oleh Hari Yong, fotografer senior Surabaya dan pemerhati seni fotografi," katanya.
Dikatakannya, Hari Yong yang sering menemani para fotografer Perancis saat singgah di Surabaya akan berbagi pendapat dan pengalamannya pada semua kalangan masyarakat yang berminat pada 14 Januari 2009 pk 18.30 WIB di CCCL, Jl Darmokali 10 Surabaya. (kpl/meg)