Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Westerling mau bunuh Sultan HB IX

Westerling mau bunuh Sultan HB IX Westerling. merdeka.com/resources21.kb.nl

Merdeka.com - Kapten Raymond Westerling tidak hanya menebar teror dan membunuh 40 ribu jiwa di Sulawesi. Di Cikalong, Jawa Barat, dia juga membantai warga sipil.

Westerling juga yang memimpin gerakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) dan membantai pasukan Siliwangi di Bandung 23 Januari 1950.

Dalam waktu singkat, gerakan APRA bisa ditumpas oleh TNI. Niat mereka untuk melakukan kudeta ke Jakarta gagal karena suplai senjata yang mereka tunggu tak kunjung datang. Perlawanan ini dipatahkan di Cianjur dan Cikampek oleh TNI.

"Kebanyakan pasukan Westerling itu mantan baret hijau yang pernah dilatihnya di Batujajar. Ada juga bekas tentara KNIL yang tidak mau bergabung dengan TNI. Tapi tidak semua pasukan Korps Speciale Troepen ikut memberontak. Hanya mereka yang dulu pernah dipimpin Westerling saja," cerita seorang mantan prajurit KST kepada merdeka.com beberapa waktu lalu.

Tapi Westerling belum menyerah. Dia lalu bekerjasama dengan Sultan Hamid II, salah seorang menteri RI. Sultan Hamid II tidak puas dengan jabatan yang diberikan Soekarno. Dia hanya menteri tanpa portofolio yang bertugas menyiapkan acara kenegaraan. Hamid yang mantan opsir Belanda ini ingin menjadi menteri pertahanan RI.

Maka disusunlah rencana untuk menyerang sidang Kabinet RI di Jl Pejambon, Jakarta Pusat, tanggal 24 Januari 1950. Target yang akan dibunuh adalah Menteri Pertahanan Sultan Hamengkubuwono IX, Sekjen Kementerian Pertahanan Ali Budiarjo dan Kepala Staf Angkatan Perang, TB Simatupang.

Penyerangan direncanakan pukul 19.00 WIB. Westerling bersama satu truk pasukannya telah siap. Namun saat dia hendak menyerang, terrnyata Sidang Kabinet sudah bubar sekitar pukul 18.35 WIB. Sultan HB IX, Ali Budiarjo dan TB Simatupang serta semua pejabat penting RI sudah meninggalkan Jalan Pejambon.

Rencana pembunuhan ini gagal. Westerling kemudian melarikan diri. Sementara Sultan Hamid II berhasil ditangkap di Hotel Des Indes beberapa waktu kemudian.

Rencana membunuh Sultan HB IX adalah akhir petualangan Westerling di Indonesia. Dia kemudian dilarikan dengan pesawat Angkatan Laut Belanda ke Singapura, lalu ke Eropa dan akhirnya sampai ke Belanda.

Belanda tidak pernah menganggap Westerling sebagai penjahat perang. Dia tidak pernah diadili atas berbagai pembunuhan yang dilakukannya di Indonesia. (mdk/war)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP