Wakasau pastikan Fokker yang jatuh layak terbang
Merdeka.com - Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Dede Rusamsi mengatakan, pesawat Fokker-27 TNI-AU yang jatuh di kawasan Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis, pukul 14.45 WIB masih layak terbang dan telah menjalani perawatan rutin sesuai jadwal.
"Pesawat yang jatuh telah menjalani perawatan sesuai jadwal dan pemeriksaan terakhir pada 1-15 Juni," kata Dede Rusamsi kepada pers di kediaman resmi Wakil Presiden Boediono Jalan Diponegoro Jakarta, Kamis malam.
Hadir dalam keterangan pers tersebut Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.
Secara kronologis dia mengatakan, pada Kamis (21/6) sebuah pesawat angkut ringan TNI-AU jenis Fokker 27 dengan nomor ekor 2708 dari Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusumah jatuh di Kompleks Rajawali Jalan Branjangan.
Pesawat tersebut diterbangkan oleh Mayor Penerbang Heri Setyawan, Lettu Penerbang Paulus, dan Letda Penerbang Sahroni serta Kapten Teknik Agus Supriadi, Serma Sihmulato, Serka Wahyudi dan Sertu Purwo.
Pada saat kecelakaan, enam kru tewas ditempat dan satu kru masih kritis. "Tapi pada pukul 18.20 WIB korban kritis Lettu Penerbang Paulus meninggal dunia di Rumah Sakit TNI-AU Halim," katanya.
Pesawat lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusumah pukul 13.10 WIB untuk melaksanakan latihan profesional tidak membawa penumpang dan jatuh pukul 14.45 WIB.
"Penyebab jatuhnya pesawat masih dalam penyelidikan Tim TNI-AU. Disampaikan bahwasanya pesawat ini maih layak terbang dan paginya pesawat ini digunakan terbang untuk latihan," katanya.
Pesawat Fokker 27 buatan pabrik Fokker Netherland dengan mesin 2 EA Rolls Royce Dart MK 536-7R dengan rentang sayap 18 meter, panjang badan 15.154 meter, tinggi 6,61 meter, memiliki berat maksimum 7.450 kilogram.
Pesawat ini mempunyai daya angkut 40 orang, serta mampu menjelajah selama enam jam. (mdk/war)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya