Waduk terbesar kedua rampung dibangun 2014

Reporter : Andrian Salam Wiyono | Selasa, 3 Juli 2012 23:34




Waduk terbesar kedua rampung dibangun 2014
Waduk Jatigede. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengatakan, pembangunan Waduk Jatigede, di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat akan rampung pada 2014. Padahal rencana awal salah satu waduk terbesar di Indonesia ini akan rampung pada 2013.

"Selesai 2013 belum bisa, kalau kata saya awal 2014 baru bisa akan diresmikan, dan bisa dipenuhi," kata Djoko di Institut Teknologi Bandung (ITB) Jalan Ganeca, Selasa (3/7).

Lokasi waduk yang berada di daerah cekungan dengan luas 4.973 hektare itu mampu menampung sekitar 1 miliar meter kubik air. Ini artinya Waduk kedua terbesar setelah pertama ada di Jatiluhur, Purwakarta yang mampu menampung 3 miliar meter kubik.

Dia mengatakan waduk ini akan menjamin pengairan bagi sawah seluas 90 ribu hektar. "Jika waduk ini jadi ada 90 ribu hektar sawah di Kabupaten Indramayu, Cirebon, dan Majalengka akan terjamin airnya," ujar dia.

Dia juga mengklaim dengan adanya waduk yang dikabarkan telah menenggelamkan 12 desa di 4 Kecamatan itu, mampu menjadi solusi banjir yang biasa terjadi di Indramayu dan Cirebon. Sedangkan kekurangan air baku atau air minum yang biasa terjadi di daerah utara Jabar juga nantinya bisa terpenuhi.

[has]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Jelang munas, kantor Golkar dilanda kerusuhan 2 hari berturut
  • Review: Cavani dan Ibrahimovic menangkan PSG
  • Panasnya persaingan beking keamanan TNI vs Polri di Batam
  • Review: Hattrick Aguero benamkan Bayern
  • Review: Bantai Schalke, Chelsea lolos ke 16 Besar
  • Tragis, bocah 10 tahun ini dicabuli kakak iparnya berkali-kali
  • Makin mesra, Vanessa - Didi Soekarno bicara pernikahan
  • Yayasan internasional ini klaim & sewakan tanah di Gunung Kidul
  • Modus baru curi motor lewat Facebook, istri jadi umpan
  • Nasib SDA belum jelas, KPK buka penyelidikan baru kasus haji
  • SHOW MORE