TVRI Gorontalo diduduki, massa ancam wartawan

Reporter : Muhammad Hasits | Selasa, 26 Maret 2013 08:00




TVRI Gorontalo diduduki, massa ancam wartawan
ilustrasi . ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Ratusan pendukung pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea-Inrawanto Hasan, "menduduki" kantor Televisi Republik Indonesia (TVRI) Gorontalo. Massa meminta Kepala Lembaga Penyiaran Publik itu memohon maaf atas pemberitaan, Senin (25/3) malam.

Seperti dilansir dari Antara, massa tak puas terkait pemberitaan mengenai pernyataan Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Gorontalo Rauf Ali, yang disiarkan melalui TVRI. Rauf menyatakan pasangan tersebut tidak lolos atau dicoret dalam daftar calon.

Massa yang mendatangi kantor di Jalan HB Yassin, Kota Gorontalo nyaris anarkis ketika mengetahui kepala TVRI tidak berada di tempat. Keadaan menjadi tenang kembali ketika Kepala LPP TVRI Gorontalo Irmansyah mendatangi ruangan siaran yang sebelumnya sudah menunggu sejumlah pendukung serta pasangan Adhan Dambea dan Inrawanto Hasan.

Setelah melalui pembicaraan yang cukup panjang, akhirnya Kepala LPP TVRI Kota Gorontalo Irmansyah bersedia meminta maaf melalui siaran langsung saat itu juga. Dalam siaran langsung yang berdurasi 10 menit tersebut, kepala LPP TVRI Kota Gorontalo Irmansyah menyatakan permohonan maaf atas berita yang terlanjur disiarkan tanpa melalui proses konfirmasi.

"Permohonan ini akan disiarkan beberapa kali," kata Irmansyah.

Pendudukan TVRI dikecam

Terkait pendudukan, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Gorontalo mengecam kekerasan dan pendudukan Stasiun TVRI Gorontalo. AJI meminta polisi menangkap dan
menyidik para pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pendudukan Stasiun TVRI oleh massa pendukung pasangan calon pasangan Adhan Dhambea-Indrawanto Hassan dilakukan dengan cara-cara kekerasan dan perampasan alat kerja sejumlah jurnalis yang meliput pendudukan studio TVRI Gorontalo itu. Saat pendudukan terjadi, TVRI Gorontalo tengah menyiarkan talkshow secara live.

Massa juga melakukan penganiayaan dan pengancaman terhadap sejumlah wartawan TVRI. "Para pelaku kekerasan itu melecehkan Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang melindungi hak wartawan untuk menjalankan pekerjaannya. Menganiaya, mengancam, dan merampas alat kerja wartawan adalah tindak pidana, dan polisi harus
menangkap serta menyidik para pelaku," kata Ketua AJI Gorontalo, Syamsul Huda M.Suhari.

Kecaman juga datang dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI). Mereka mengecam keras tindakan sekelompok orang yang merusak dan menduduki Kantor TVRI Gorontalo.

"Ini peristiwa memalukan, terjadi tindakan biadab terhadap jurnalis, karena massa sudah menduduki kantor TVRI dan memaksa untuk menyiarkan statement salah satu calon wali kota yang kalah. IJTI mendesak aparat Kepolisian untuk menangkap pelaku kriminal yang telah menduduki kantor TVRI Gorontalo," ujar Ketua Umum IJTI Yadi Hendriana.

[has]

KUMPULAN BERITA
# Kekerasan Pada Wartawan

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Rossi: Sepang salah satu sirkuit favorit saya
  • Pelari asing diajak ramaikan Pyongyang Marathon 2015
  • Facebook buat 'Room', aplikasi chat baru rasa 'tempoe doeloe'
  • Drama Jokowi memburu calon menteri
  • 'Bugatti' buatan pria asal Boyolali memukau dunia!
  • Satu Suro, tonggak spiritualitas masyarakat Jawa
  • Wajah Brewok bikin Antonio Banderas awet muda, kok bisa?
  • Tekad FPI bakal demo sampai Ahok jatuh
  • Lima permintaan konyol mantan diktator sejagat
  • Kuburan gantung ala Toraja di Sagada, Filipina
  • SHOW MORE