Trimedya Panjaitan bantah masih jadi pengacara

Reporter : Nurul Julaikah | Kamis, 8 Maret 2012 15:15

Trimedya Panjaitan bantah masih jadi pengacara

Merdeka.com - Anggota Komisi III dari fraksi PDIP, Trimedya Panjaitan membantah dirinya masih memiliki kantor hukum. Trimedya juga mengaku sudah tidak lagi menjalankan profesi advokat.

"Saya tidak menjalankan itu, tidak ada kantor itu, sudah tidak ada lagi," jelas Trimedya di gedung DPR, Jakarta, Kamis, (8/3).

Trimedya pun siap dipanggil BK untuk memberikan klarifikasi. Dia siap memberikan keterangan terkait dugaan rangkap jabatan saja.

"Kita siap dipanggil BK," tutupnya.

Sebelumnya, Kelompok Kerja 50 dan Tim Advokasi legislator bersih melaporkan empat dewan dari komisi III DPR RI ke Badan Kehormatan. Hal ini terkait dengan dugaan pelanggaran kode etik anggota-anggota DPR yang menjalankan atau memiliki kantor pengacara yang menggunakan nama anggota-anggota DPR yang bersangkutan.

Empat dewan di komisi III yang dilaporkan adalah Nudirman Munir dengan kantor pengacara Nudirman Munir&Associate Law Farm. Benny K Harman dengan kantor pengacara Law Office A. Hakim G Nusantara, Harman&Partner. Trimedya Panjaitan dengan Kantor Law Office Trimedia Panjaitan&Associates. Ruhut Sitompul dengan kantor pengacara Ruhut Sitompul&Associates.

[ian]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Awas, terobsesi sosmed bisa hancurkan hidup manusia
  • Ahok soal serobot busway: Orang Jakarta memang gitu, harus ditangkap
  • Ruki pasrahkan Perppu Plt KPK ke DPR
  • Baru punya anak, rumah tangga Barbie Hsu di ambang kehancuran?
  • Bertemu DPD, KPK berkomitmen awasi SDA di daerah dari korupsi
  • Detik-detik sebelum pesawat Germanwings jatuh menurut rekaman CVR
  • Mabuk, penjual sosis dihajar warga karena curi motor pelat merah
  • Uniknya karya seni mini di ujung tusuk gigi
  • Dapat 'bisikan' buka keran impor beras, Jokowi tak konsisten
  • Akbar Tandjung ingatkan PSI parpol baru butuh energi besar
  • SHOW MORE