Tolak BBM naik, PKS siap menelan pil pahit
Merdeka.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan mendukung kebijakan pemerintah, termasuk keberadaannya di Setgab koalisi usai gagal menolak APBNP 2013 dalam rapat paripurna DPR, kemarin. Ketua DPP PKS Muhammad Nasir Djamil mengatakan, dukungan itu akan diberikan jika kebijakan pemerintah sejalan dengan program pro rakyat.
"PKS akan tetap sejalan jika kebijakan pemerintah pro rakyat miskin," kata Nasir yang juga anggota Komisi III DPR di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (18/6).
Sejak awal, kata Nasir, sikap PKS menolak kenaikan BBM tak ada kaitannya dengan Setgab koalisi. Dia menyayangkan sejumlah politikus yang mengkait-kaitkan dua hal tersebut.
"Sejak awal (Presiden PKS) Anis Matta bahwa penolakan PKS terhadap bahan bakar minyak, tidak ada kaitannya dengan koalisi dan posisi di setgab. Saya heran ada partai yang mengkait-kaitkan antara di setgab dan koalisi," ujarnya.
PKS tak mempermasalahkan bila harus didepak dari setgab koalisi. Menurut Nasir, Anis Matta juga telah merestui jika PKS hanya mendapat keputusan pahit.
"Kalau dari pengamatan kami, dari pertemuan Presiden PKS Anis Matta, kami siap di dalam dan luar. Mereka memberikan semangat, sikapnya kepada presiden, hampir semua siap di dalam dan luar," kata Nasir. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya