TNI hadang massa yang bawa bendera Aceh ke pendopo gubernur

Reporter : Didi Syafirdi | Kamis, 4 April 2013 12:41




TNI hadang massa yang bawa bendera Aceh ke pendopo gubernur
Bendera GAM. ©REUTERS/Rizky Abdul Manan

Merdeka.com - Aparat TNI menghadang massa yang ingin menuju ke pendopo Gubernur Aceh tempat pertemuan rombongan menteri dalam negeri dengan pimpinan pemerintah provinsi dan DPR Aceh terkait dengan Qanun Nomor 3/2013 tentang Lambang dan Bendera Aceh.

Massa yang sebelumnya berkumpul di gedung DPR Aceh sejak pukul 08.00 WIB bergerak ke pendopo gubernur yang berjarak sekitar satu kilometer untuk memberi dukungan terhadap Qanun Nomor 3 tersebut.

Namun, sampai di simpang empat Kodim, anggota TNI dengan diperkuat empat panser menghadang massa melarang mendekat pendopo gubernur yang berjarak sekitar 200 meter.

Dijadwalkan, setibanya di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, rombongan Mendagri langsung menuju pendopo. Namun sebelumnya, informasi yang diperoleh di pendopo ada pertemuan tertutup antara Wali Nanggroe Malik Mahmud dengan gubernur, Wagub dan utusan Kemendagri.

Hingga pukul 11.15 WIB, rombongan Mendagri belum tiba di pendopo, sementara massa yang datang dari berbagai daerah di Aceh masih tertahan di simpang Kodim. Demikian dilansir dari Antara, Kamis (4/4).

Sebelumnya, massa berkumpul di halaman gedung DPR Aceh di Banda Aceh, untuk mendukung Qanun Nomor 3/2013 tentang Lambang dan Bendera Aceh. Sebelum terkonsentrasi di gedung dewan tersebut, massa berkumpul di Masjid Raya Baiturrahman dan Taman Ratu Syafiatuddin Banda Aceh.

Mereka juga melakukan konvoi menelusuri jalan-jalan protokol dengan mengendarai kendaraan roda dua dan empat sambil membentangkan bendera 'bulan sabit bintang' tersebut. Akibat aksi tersebut, Jalan Daoed Beureuh mulai Simpang Jambo Tape dan Simpang Lima ditutup, karena jalan dua jalur itu terdapat gedung dewan.

Bendera Aceh berupa bulan bintang bergaris hitam putih di bagian bawah dan atas di atas sehelai kain merah tua yang tertuang dalam Qanun No.3 tersebut sudah disahkan oleh DPR Aceh pada 25 Maret 2013.

Namun qanun tersebut menimbulkan pro kontra, khususnya Pemerintah PUsat, karena dinilai bendera tersebut mirip dengan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) semasa konflik.

Pemerintah melalui Kementerian Dalam negeri juga sudah melakukan klarifikasi terhadap qanun tersebut. Klafikasi itu sudah diserahkan kepada Pemerintah Aceh dan DPRA untuk dipelajari kembali.

Berkaitan dengan itu, Kemendagri memberi waktu 15 hari terhitung 1 April untuk memberi jawaban terhadap klafikasi tersebut.

[did]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Bendera Aceh# GAM

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • [Part 1] 18 Kiat sukses dari konglomerat Inggris lulusan SMA
  • Sudron hendak perkosa teman kuliah karena cinta ditolak
  • Israel ingin bayar warga etnis Arab supaya minggat
  • Fadli Zon: Interpelasi selesai kalau pemerintah jawabnya canggih
  • Pasca lahiran, Snooki akhirnya segera lepas masa lajang
  • Ini penyebab harga minyak dunia anjlok, terendah sejak 2009
  • Sambut natal, Minions nyanyikan 'Jinggle Bells' versi acapella
  • Penutupan lokalisasi di Malang terkesan dipaksakan
  • Gaya bicara Ahok ceplas ceplos disamakan dengan Ali Sadikin
  • Hanya Ical dan Airlangga yang diprediksi 'duel' di Munas Bali
  • SHOW MORE