TNI AD: Mayor Agus Yudhoyono tampil sudah seizin panglima

Reporter : Laurencius Simanjuntak | Jumat, 19 April 2013 14:36




TNI AD: Mayor Agus Yudhoyono tampil sudah seizin panglima
Agus Puan dan Aninda hadiri seminar HIPMI. ©2013 Merdeka.com/m. luthfi rahman

Merdeka.com - Penampilan Mayor Agus Harimurti di hadapan publik, seperti dalam acara HIPMI kemarin, sudah seizin Panglima TNI. Sebab, ada prosedur yang harus dilalui seorang perwira untuk bisa bicara ke publik.

"Mayor Agus tak mungkin melangkah tanpa izin Kasad dan izin Panglima," tegas Kadispen TNI AD, Brigjen Rukman Ahmad, saat dihubungi merdeka.com, Jumat (19/4).

Menurut Rukman, setelah permohonan diterima, Panglima TNI akan mengizinkan jika tema acara sesuai dengan kapasitas perwira.

"Itu tergantung kebijakan pimpinan, kalau memang menguasai bidangnya, panglima akan kirim disposisi ke Kasad," jelas Rukman.

Rukman menambahkan, Panglima TNI juga tidak mungkin memutuskan permohonan secara subjektif. "Semua ada prosedurnya," tegasnya.

Seperti diberitakan, penampilan putra sulung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Mayor Agus Yudhoyono di seminar HIPMI kemarin dipertanyakan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR Mayjen (Purn) Tb Hasanuddin.

"Pertama, apakah dia berbicara sebagai perorangan dengan undangan resmi? Kalau bicara sebagai perorangan, apakah para perwira seperti dia juga akan diizinkan untuk bicara ke publik oleh para atasannya sesuai aturan di lingkungan TNI? Atau hanya khusus untuk Agus saja izin itu?" tanya Hasanuddin lewat siaran pers.

Padahal, lanjut Hasanuddin, di lingkungan TNI juga banyak yang memiliki kemampuan akademik dengan gelar S1, S2 bahkan S3 . "Mengapa mereka juga tak diberi kesempatan yang sama?" imbuh politikus PDI Perjuangan ini.

Kedua, kata dia, kalau undangan itu jatuh ke kesatuan atau ke Mabes TNI AD atau Mabes TNI secara resmi, apakah layak diwakilkan ke seorang berpangkat mayor.

"Lalu ke mana jenderal dan para kolonelnya sesuai jabatannya?" ujar Hasanuddin yang sebenarnya memuji isi pembicaraan Agus.

Menurut dia, di era demokrasi seperti ini kemampuan para perwira TNI memang harus dipupuk dan dikembangkan. Para perwira, katanya, tidak cukup mempelajari ilmu perang saja, tapi harus dipelajari juga ilmu-ilmu lainnya seperti ekonomi, sosial, politik dan sebagainya.

"Beri kesempatan pada mereka belajar dan berkembang dalam ruang yang sama, jangan ada kesan diskriminasi karena anak seorang pejabat," kritik mantan Sekretaris Militer era Presiden Megawati Soekarnoputri ini.

[ren]

KUMPULAN BERITA
# Presiden SBY# TNI

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Deteksi penyakit kulit eksim hanya dengan selfie
  • Vettel: Red Bull tahan kepergian saya ke Ferrari
  • Para calon ketum Golkar desak Munas paling lambat Januari 2015
  • Terancam dipecat Ahok, Kadis PU DKI berjanji kerja keras
  • PDIP minta menteri tak ke DPR, pimpinan enggan tanggapi serius
  • Isuzu andalkan MU-X di POS 2014
  • Pidato di depan dewan PBB, ini perasaan Emma Watson
  • Di kafe ini, harga kopi tergantung tingkat kesopanan pelanggan
  • BlackBerry Passport akhirnya tersedia di Indonesia!
  • Prabowo anggap Muktamar PPP kubu SDA yang sah
  • SHOW MORE