Tim dokter RSHS protes pernyataan ahli forensik UI soal Sisca

Reporter : Andrian Salam Wiyono | Rabu, 28 Agustus 2013 19:35




Tim dokter RSHS protes pernyataan ahli forensik UI soal Sisca
Sisca Yofie. ©facebook

Merdeka.com - Tim dokter forensik Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyesalkan pernyataan dokter forensik Universitas Indonesia (UI) Mun'im Idris, dalam diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC) yang disiarkan langsung tvOne, kemarin. Mun'im menyebut otopsi Sisca Yofie (34) dilakukan oleh dokter umum.

"Yang disampaikan oleh sejawat Mun'im bagaimana dia menyatakan visum ini dibuat dokter umum. Saya jelaskan, bahwa yang melakukan itu saya, saya bukan dokter umum. Dan kita bekerja dalam tim, di tim memang ada dari dokter umum. Jadi secara tidak langsung banyak dokter lain yg terlibat dalam melakukan pemeriksaan, semua dokter bekerja dalam tim," kata Kepala Forensik RSHS, Noorman Herryadi saat ditemui di RSHS Bandung, Rabu (28/8).

Noorman justru menuding balik, Mun'im yang menyalahi profesi dengan memberi tanggapan dan menilai suatu tindakan dokter tanpa melihat secara utuh. Dia menegaskan saat otopsi terhadap mendiang Sisca dilakukan oleh tim, yang melibatkan banyak dokter.

"Dia (Mun'im) tidak tahu apa yang saya lakukan dan kemudian dia menilai apa yang saya lakukan. Jadi ini menunjukkan bahwa dari kacamata profesi dia ini tidak profesional, artinya tidak menggunakan etika, mungkin dia sudah lupa etika yg seharusnya dia pegang," ungkapnya.

Dia juga tak terima, pernyataan Mun'im yang mempermasalahkan kematian Sisca karena kehabisan darah disebutnya sebagai mekanisme. "Kalau dia tanya penyebab, dalam visum saya juga menyebutkan penyebabnya ada benda tajam dan benda tumpul yang menyebabkan pendarahan. Dan pendarahan itu yg menyebabkan kematian," terangnya.

Hasil temuan tim yang bekerja, kata dia Sisca memang mengalami luka di sekujur tubuhnya. Seperti luka terbuka di kepala, di dahi kanan, kemudian di belakang kepala kiri yang cukup besar. "Ada juga luka kecil di belakang kepalanya. Jadi ada empat terbuka," ungkapnya.

Kemudian luka besar tubuh bagian depan dan di bokong, dan tersebar di punggung. "Lecet jelas kena benda tumpul, dan untuk luka terbuka saya melihat itu adalah karena luka benda tajam. Dan saya belum bicara kesimpulan, saya bicara mekanisme. Mekanismenya itu tadi, luka-luka yang menyebabkan pendarahan. Dan juga saya sebutkan ada seperti resapan darah di bawah selaput lunak otak," jelasnya.

Dia mengaku, otopsi kali ini dilakukan untuk sebuah keperluan mencari kebenaran, bukan sebuah kesimpulan atau diagnosa yang bisa saja berbeda dari setiap orang. "Keterangan yang saya sampaikan ke penyidik bukan hanya visum. Di visum ada hal-hal yang tidak jelas bagi penyidik, dia tanyakan pada saya, dan saya jelaskan," ungkapnya.

[ian]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Jokowi: Pelanggaran HAM isu sensitif, nanti setelah pelantikan
  • Beri santunan, JK akan melayat korban tewas di open house
  • Libur Lebaran, ribuan pelancong serbu Kepulauan Seribu
  • Pejuang Gaza bunuh lima tentara Israel
  • Booth Marvel diserbu pengunjung karena ini!
  • Ribka Tjiptaning: Saya siap dicalonkan jadi Menkes Jokowi
  • Libur Lebaran, Taman Mini diserbu warga, jalur Puncak padat
  • Agar tak diamuk, Jokowi pertegas syarat jika partai lain gabung
  • Pengantre sedekah di rumah JK jauh lebih banyak dari tahun lalu
  • Delapan anak tewas akibat ledakan di taman bermain di Gaza
  • SHOW MORE