Tertutup tanah longsor, lalu lintas Malang-Kediri lumpuh

Reporter : Yulistyo Pratomo | Sabtu, 1 Februari 2014 10:04




Tertutup tanah longsor, lalu lintas Malang-Kediri lumpuh
Ilustrasi longsor. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Jalur lalu lintas yang menghubungkan akses Malang-Kediri masih ditutup total akibat tanah longsor sepanjang 25 meter. Saat ini, petugas tengah berupaya membersihkan jalan tersebut, baik dilakukan secara manual maupun menggunakan eskavator.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang Muji Utomo, Sabtu, mengatakan tanah longsor di sejumlah titik karena banjir tersebut mengakibatkan arus lalu lintas dari arah Malang menuju Kediri dan Jombang lumpuh.

"Kami upayakan tanah yang menutup jalan utama ini bisa segera bersih dan jalur lalu lintas kembali normal. Saat ini kami juga sedang melakukan pendataan terkait kemungkinan adanya korban jiwa maupun materi akibat banjir kemarin (Jumat, 31/1)," katanya, Sabtu (1/2), seperti dilansir dari Antara.

Sejumlah titik yang menjadi pusat longsor antara lain di kawasan Jalan Raya Mantung, Jalan Raya Mulyorejo, Ngeprih, dan Kedungrejo di Kecamatan Pujon serta di kawasan Maron, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

Di jalur Ngeprih, tanah longsor sepanjang 50 meter dengan ketebalan sekitar 2 meter. Titik-titik yang terjadi longsor kategori berat mencapai 6 titik dan berkategori ringan 8 titik, sehingga kendaraan roda empat atau lebih macet belasan kilometer.

Ia mengakui sejumlah lokasi yang menjadi titik tanah longsor saat ini memang cukup rawan, apalagi titik-titik lokasi tersebut juga berbatasan dengan aliran Sungai Konto yang membahayakan bagi pengguna jalan yang melintasi kawasan itu.

Menurut Muji, akses jalur Malang-Kediri-Jombang memang masih lumpuh, namun sampai saat ini masih belum ada laporan adanya korban jiwa, meski ada satu unit mobil yang tertimbun tanah longsor.

Selain itu, tanah longsor dan banjir tersebut juga mengakibatkan sebuah warung dan kendaraan alat berat hanyut, bahkan operator kendaraan berat itu kemungkinan terseret banjir.

"Ada operator kendaraan berat sekaligus kendaraannya hanyut. Selain itu juga ada warung yang hanyut, namun identitas operator tersebut belum terdata," kata Kanit Lantas Polsek Pujon Aiptu Sudiman.

Akibat tanah longsor di sejumlah titik di kawasan tersebut pengguna jalan yang akan melalui jalur Ngantang disarankan untuk melewati jalur alternatif melalui Kabupaten Blitar atau jalur lainnya.

Selain itu, jembatan utama di perbatasan Pujon-Ngantang juga hanyut, sehingga memutus akses utama menuju Pujon-Ngantang dan arah Kediri-Jombang.

Selain terjadi tanah longsor yang melumpuhkan arus lalu lintas dari arah Malang menuju Kediri maupun Jombang, tanah longsor juga terjadi di kawasan Payung dan Klemuk yang memutus akses jalan Batu-Pujon.

[tyo]

KUMPULAN BERITA
# Tanah Longsor

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Drama Rain - Krystal turun rating, siapa tempati posisi #1?
  • Pekerjakan 3 WNA tanpa dokumen, PT HM Sampoerna dipolisikan
  • Cantiknya Nadine Kaiser, putri Menteri Susi
  • Usai baca LPJ, SDA dipeluki kader PPP, matanya berkaca-kaca
  • Sungai meluap, 2.824 rumah di Solok terendam banjir
  • Ahok bakal sikat mafia daging sapi di Jakarta
  • Pulang ke Pangandaran, Susi berniat ziarah ke makam ibunda
  • Bukti kemiripan Ivanka Trump dan sang putri akhirnya terkuak
  • Datangi JK, Chevron ngadu soal kasus bioremediasi
  • JK: Pimpinan tandingan di DPR tidak perlu ada
  • SHOW MORE