Merdeka.com tersedia di Google Play


Tertibkan Ormas, Mendagri berharap UU Ormas yang baru

Reporter : | Senin, 13 Februari 2012 16:59


Tertibkan Ormas, Mendagri berharap UU Ormas yang baru

Merdeka.com - Pengrusakan terhadap pos keamanan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) oleh massa Front Pembela Islam (FPI) beberapa waktu lalu, serta penolakan masyarakat Dayak atas kedatangan FPI di Kalimantan Tengah baru-baru ini menuai respons Pemerintah. Salah satunya mengupayakan perubahan UU 8/1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Pemerintah mengaku kesulitan melakukan peringatan keras, penghentian kegiatan sampai pembekuan karena aturan birokrasi yang begitu panjang.

"Jika terjadi masalah, teguran yang kita kirimkan tersebut masih bisa diajukan kembali kepada Mahkamah Agung. Apalagi kebebasan berkumpul, berserikat dan berorganisasi tercantum dan dilindungi oleh UUD 1945. Jadi kita kesulitan melakukan pembekuan karena bisa dimentahkan kembali," jelas Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi usai mengikuti rakor polkam di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Senin (13/2).

Atas alasan itulah, Kemendagri tengah menyusun RUU tentang Ormas termasuk pemberian sanksi tegas terhadap ormas radikal. Selain itu, isi dari batang tubuh UU 8/1985 itu juga sudah tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi seperti saat ini. Di mana ormas dapat bertindak main hakim sendiri tanpa melibatkan aparat hukum untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Sejauh ini, lanjut Gamawan, Kemendagri sudah melakukan koordinasi serta kerja sama langsung dengan Dewan Perwakilan Rakyat untuk perubahan UU tersebut. Oleh karena itu, dia berharap prosesnya tidak memakan waktu cukup lama sehingga memberikan pemerintah landasan hukum terhadap ormas anarkis. "Apapun perkumpulan itu boleh, tapi dalam rangka pembangunan negara. Hanya anarkis yang dilarang," tutur dia.

Terkait pelaporan yang dilakukan Kemendagri terhadap aksi anarkis beberapa anggota FPI saat demonstrasi Perda Miras beberapa waktu lalu, Gamawan mengaku sudah mengajukan pelaporan resmi kepada Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya dengan menyertakan bukti rekaman saat kejadian. "Kita tunggu hasil penyelidikan nanti, apalagi mereka sudah berjanji akan menindaklanjuti," pungkas dia sembari meninggalkan Ruang Rapat Utama di Kemenko polhukam.


KUMPULAN BERITA
# FPI# Ormas

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita FPI, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar FPI.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Mukernas cari cara kembalikan SDA ke posisi ketua umum PPP
  • Korupsi Rp 4,7 M, eks Kasatpol PP Sumut dituntut 3 tahun bui
  • Terdakwa kasus korupsi menangis tersedu di ruang sidang Tipikor
  • Anak usaha Garuda Indonesia bangun hotel Rp 115 M di Surabaya
  • Foto selfie picu gangguan makan?
  • PDIP rajai perolehan suara pileg di Solo
  • Emron sindir dua menteri kader PPP tak hadir di Mukernas
  • Inilah alasan Cameron Diaz enggan berkomitmen
  • Pengamat: Kisruh PPP karena SDA ingin seperti Mega dan SBY
  • Satu lagi korban sodomi di TK JIS melapor ke KPAI
  • SHOW MORE