Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Teganya rumah sakit dan bidan tahan bayi karena masalah utang

Teganya rumah sakit dan bidan tahan bayi karena masalah utang Ilustrasi bayi. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/braedostok

Merdeka.com - Sungguh miris melihat apa yang dilakukan bidan serta salah satu rumah sakit di Palembang dan Malang. Bayi mungil tak berdosa yang baru saja dilahirkan tidak boleh dibawa pulang lantaran orang tuanya belum mampu melunasi biaya persalinan.

Pihak rumah sakit maupun bidan mendesak kedua orang tua bayi mencari dana untuk membayar sisa biaya persalinan sebagai syarat membawa pulang buah hati mereka. Salah satu rumah sakit di Palembang sudah berbulan-bulan 'menahan' bayi mungil karena alasan orangtua tak mampu melunasi utang.

Tak sanggup menahan beban ini, Triani (42) orang tua bayi tersebut melaporkan pihak rumah sakit ke polisi. Triani menuturkan, bayinya ditahan selama empat bulan terakhir sejak kelahiran secara operasi cesar pada 31 Januari 2016.

Alasan penahanan bayi laki-laki itu lantaran dia tak sanggup membayar biaya persalinan sebesar Rp 9 juta dan perawatan Rp 125.000 per hari hingga total yang harus dibayar menembus Rp 20 juta.

"Sudah empat bulan bayi saya ditahannya, sampai sekarang belum juga dikasihkan sama saya," ungkap Triani saat melapor ke SPKT Polresta Palembang, Senin (16/5).

Dia menuturkan, awalnya Triani dipaksa menginap di klinik bidan tersebut selama perawatan atau selama 40 hari usai persalinan. Begitu sembuh, Triani disuruh pulang sendirian untuk mencari uang, sementara bayinya masih ditahan sampai biaya persalinan lunas.

"Saya disuruh mencicil. Tiga bulan ini sudah dicicil, tapi kata dia harus lunas dulu baru bayi saya diberikan," ujarnya.

"Saya takut terjadi apa-apa dengan bayi saya. Saya takut dikasihkan ke orang lain, padahal saya berusaha mencicilnya," kata dia. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP