Tabrak rombongan Pramuka, angkot dirusak massa
Merdeka.com - Mobil pikap Daihatsu Grand Max B 9797 NAG yang ditumpangi 25 siswa Pramuka SMP ditabrak angkutan kota (angkot) B1 jurusan Kutabumi-Kalideres B 1098 QC. Angkot yang dikendarai Sapuan sempat mencoba kabur sebelum dirusak massa di Jalan Daan Mogot KM 23, tepatnya di depan SDN Tanah Tinggi 1, Kota Tangerang.
"Mobil angkot itu sempat ngerem, tapi karena terlalu kencang akhirnya angkot itu menabrak bagian belakang kiri mobil pick up hingga puluhan siswa itu terpental dan jatuh ke jalan," kata Sarman (54), tukang ojek di dekat lokasi, Kamis (5/7).
Menurut Sarman, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, mobil pikap yang ditumpangi 25 siswa SMP Nusa Plus Cipondoh dari arah Tangerang Kota hendak berbelok ke Jalan H Agus Salim, Tanah Tinggi. "Tiba-tiba saja, mobil angkot B1 yang dikendarai Sapuan melaju kencang dari arah Kalideres," ujarnya.
Mobil pikap yang dikendarai Samsul Muis tersebut sempat akan terbalik usai ditabrak angkot. Angkot mencoba kabur ke arah Tangerang Kota, tapi warga sekitar yang melihat kejadian kemudian mengejar angkot tersebut. Baru melaju sekitar 200 meter, sopir angkot kabur mobilnya ke arah kali Mookervart. Sedangkan angkotnya menjadi sasaran amukan warga.
"Warga melempar mobil angkot itu dengan batu dan kayu sampai ringsek. Tapi supirnya kabur ke tempat gelap di Kali Mookervart, jadi tidak tertangkap," kata Sarman.
Sementara puluhan siswa SMP tersebut diketahui mengalami luka-luka dan dibawa ke klinik terdekat untuk mendapat pengobatan. Fajar Lukman, salah satu penumpang mobil pikap menjelaskan, dia bersama puluhan siswa baru pulang rekreasi di Tanjung Pasir untuk melaksanakan kegiatan berkemah.
"Kami hendak pulang ke Cipondoh, tapi tiba-tiba ditabrak. Beruntung tidak ada yang meninggal, hanya luka-luka. Sekarang teman-teman sedang mendapat pengobatan di klinik," ungkapnya. (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya