Sukses tipu nasabah, perusahaan investasi emas pindah kantor

Reporter : Moch. Andriansyah | Sabtu, 2 Maret 2013 01:23




Sukses tipu nasabah, perusahaan investasi emas pindah kantor
emas . shutterstock

Merdeka.com - Perusahaan investasi emas, Raihan Jewellery di Surabaya, Jawa Timur, ditengarai sebagai perusahaan bodong alias fiktif. Polda Jawa Timur saat ini masih mendalami laporan empat nasabah Raihan Jewellery yang masing-masing mengaku tertipu ratusan juta rupiah.

Perusahaan itu diketahui telah berpindah tempat dari sebelumnya berkantor di Wisma Bank Internasional Indonesia (BII) Blok 715 lantai 7, Jalan Pemuda Surabaya, Jawa Timur, ke Ruko Landmark, Jalan Indragiri No 12-18, Kavling A-16 Surabaya.

Sejak dilaporkan ke polisi pada 25 Februari lalu, perusahaan itu menghentikan kegiatan dan operasionalnya dan tak satu pun pegawainya yang berada di kantor.

Salah seorang petugas keamanan di Wisma BII, Sutomo mengatakan, perusahaan Raihan Jewellery sudah sebulan lebih tidak berkantor di Wisma BII.

"Waduh saya kurang tahu pasti ya. Sudah sebulan lebih, mereka (Raihan Jewellery) tidak lagi berkantor di sini (Wisma BII)," kata Sutomo, Jumat (1/3).

Menurutnya, sebelum perusahaan yang memiliki situs www.raihan-jewellery.com itu pindah, pihak perusahaan sempat menitipkan alamat kantor yang baru, yaitu di Ruko Landmark, Jalan Indragiri No 12-18, Kavling A-16 Surabaya.

"Kalau tidak salah, akhir Desember lalu (2012) mereka sudah tidak lagi meneruskan sewa kantornya di sini. Sekarang malah di tempati kantor operasional Rumah Sakit Modern Cancer Hospital Guangzhou," lanjut dia.

Sementara itu, Polda Jawa Timur tengah menggali informasi terkait perusahaan yang memiliki Headquarter di Komplek Taman Setia Budi Indah Blok C 40, Medan itu.

"Kami masih terus melakukan pendalaman terkait kasus ini. Tanggal 25 Febuari lalu, memang sudah ada empat pelapor yang datang ke Polda Jatim terkait masalah ini, dan saat ini kami masih melakukan pendalaman terkait laporan tersebut," terang Kasubdit II Ditreskrimum Polda Jawa Timur, AKBP Hadi Utomo.

Sebelumnya, empat orang nasabah yang menjadi korban melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan perusahaan itu ke polisi pada 25 Februari lalu. Dalam laporan itu, salah satu korban mengaku berinvestasi sekitar Rp 1,8 miliar di Raihan Jewellery untuk membeli emas batangan seberat 2,7 kilogram.

Korban dijanjikan pihak perusahaan mendapat keuntungan 2,5 persen dari nilai investasi selama kurun waktu enam bulan.

Baca juga:
Pasutri menipu dengan kedok investasi dan biro jodoh
Pelaku investasi bodong sebut uang warga untuk anak asuh
Mengapa warga tertipu arisan lebaran Suparjo?
Investasi bodong juga merambah Jakarta Timur
Tergiur untung, ratusan orang tertipu investasi online
Cara hindari investasi bodong ala Bapepam LK

[dan]

KUMPULAN BERITA
# Penipuan Investasi

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Berjubah mewah di Madinah, Syahrini malah dikira tenda pramuka
  • Sukses jaga stabilitas harga, ekonom minta pemerintah tak lengah
  • Leeteuk kembali, giliran Shindong siap wajib militer
  • Suasana Lebaran warga Riau terganggu akibat kebakaran hutan
  • Wanita di Pakistan dibunuh terkait kasus penghujatan di Facebook
  • Ternyata ini film impian Olga Syahputra
  • Welcome back, Leeteuk resmi akhiri wajib militer!
  • Cleverley siap eksploitasi kelemahan Vidic
  • Tabrakan banana boat, 2 wisatawan Pantai Tanjung Karang tewas
  • Jokowi tak mau asal pilih menteri ESDM dan Pertanian
  • SHOW MORE