Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sudah ditentukan Djoko, harga simulator terpaksa di-mark-up

Sudah ditentukan Djoko, harga simulator terpaksa di-mark-up Simulator. ©2012 Merdeka.com/rahma

Merdeka.com - Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia, Sukotjo Sastronegoro Bambang, mengakui terpaksa menggelembungkan harga perkiraan sendiri unit simulator uji klinik SIM roda dua dan empat.

Menurut Sukotjo, dia tidak bisa lagi mengubah harga jual, karena sebenarnya harganya sudah ditentukan atas kesepakatan Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi, Budi Susanto dan Djoko Susilo.

"Mau tidak mau harga di-mark-up (gelembungkan). Karena harga sudah ditentukan oleh Djoko Susilo dan Budi Susanto," kata Sukotjo saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (24/5).

Menurut Sukotjo, dari kesepakatan Budi Susanto dan Djoko Susilo, harga jual unit simulator roda dua adalah Rp 79,93 juta. Sementara unit simulator roda empat dihargai Rp 258,9 juta.

Padahal, Sukotjo mengatakan, harga jual unit simulator uji kemudi roda dua dari PT ITI adalah Rp 45 juta. Sementara unit simulator uji kemudi roda empat Rp 115 juta.

"Budi Susanto menawar harga unit simulator roda dua menjadi Rp 42,5 juta," lanjut Sukotjo.

Menurut Sukotjo, ada tiga cara yang dilakukan buat menaikkan harga perkiraan sendiri. Pertama adalah harga komponen utuh diubah, dengan cara menghitung kembali harga satuan tiap komponen yang terpasang dalam komponen utuh itu, sehingga penghitungan terjadi dua kali.

"Misalnya komponen satuan speedometer, dipecah lagi rincian komponennya. Lalu modul gas, rem, kopling, dan perseneling juga dirinci lagi," ujar Sukotjo.

Kedua adalah memasukkan komponen yang sebenarnya tidak ada dalam unit simulator kemudi. Sehingga, harga simulator menjadi mahal.

"Terakhir adalah menaikkan harga satuan masing-masing komponen barang tertentu, menjadi lebih tinggi," ucap Sukotjo.

Sukotjo menambahkan, dia mencontohkan tadinya unit simulator roda empat menggunakan kabin mirip mobil Isuzu Elf dan menggunakan sabuk pengaman. Tetapi, dalam kenyataannya tidak digunakan dan tetap dihitung.

Sukotjo mengatakan, anak buah Djoko di bagian Perencanaan dan Administrasi Korlantas Polri, Ni Nyoman Suartini, pernah protes kepada dia. Dia melanjutkan, menurut Nyoman harga itu terlalu mahal.

"Tetapi, setelah saya lapor Budi Susanto dan Nyoman ditelepon seseorang, dia tidak protes lagi," tandas Sukotjo. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP