Merdeka.com tersedia di Google Play


Sosiolog: Siswi melahirkan di toilet, semua pihak tanggung jawab

Reporter : Moch. Andriansyah | Jumat, 26 Oktober 2012 13:32


Sosiolog: Siswi melahirkan di toilet, semua pihak tanggung jawab
Wanita hamil yang bekerja. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Siswi salah satu SMK Swasta di Ponorogo, Jawa Timur melahirkan di toilet sekolah. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (24/10) pagi itu, membuat geger dunia pendidikan. Siapa yang bertanggung jawab terhadap kasus ini?

Sosiolog Pendidikan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Tuti Budi Rahayu menilai, semua komponen ikut bertanggung jawab. "Bukan hanya sekolah, keluarga dan pemerintah turut bertanggung jawab," tegas Tuti kepada merdeka.com (25/10) malam.

Sekolah tidak bisa hanya memberi pendidikan normatif saja. Tapi, kata Tuti, juga harus memberi pembelajaran diri yang kritis terhadap siswa-siswinya. Selama ini, pendidikan formal hanya mencekoki pelajar dengan pelajaran secara teksbook atau hanya sekadar teori-teori yang tidak terlalu penting.

"Selain itu, pihak keluarga, lingkungan terdekat masyarakat juga memberi peranan penting terhadap pertumbuhan mental para pelajar. Jika ini tidak diperhatikan, mentalitas pelajar akan jauh dari nilai-nilai atau norma sosial agama," lanjut dia menerangkan.

Dari keterangan pihak keluarga, siswi berinisial UM (17), asal Desa Sukorejo, Kec Kebonsari, Madiun ini, hanya tinggal bersama nenek dan ayahnya. Sedangkan, ibunya berada di Hongkong sejak 12 tahun terakhir.

"Apalagi, tanpa kontrol orang tua. Karena kebutuhan ekonomi, si orang tua harus menjadi TKI. Fenomena ini tidak hanya terjadi di daerah-daerah, tapi kota besar seperti Surabaya juga banyak terjadi. Masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah banyak mengadu nasib ke negeri orang," tutur Tuti.

Kalau seperti ini, siapa yang salah? "Tentu pemerintah juga ikut andil. Sebab, pemerintah tidak mampu menyediakan lapangan kerja di negeri sendiri. Kesejahteraan masyarakat masih jauh dari rata-rata, sehingga harus mengadu nasib ke negara lain. Sehingga pendidikan moral bagi anak, tidak pernah diperhatikan," kata dia lagi menyayangkan.

Dengan kondisi seperti ini, kata dia lagi, para pelajar dan anak-anak muda, telah kehilangan jati diri. "Mereka merasa, dalam tanda kutib, terhegemoni oleh nilai-nilai moral. Seperti tayangan televisi yang tidak mendidik, tontonan film porno di internet yang bisa diakses melalui ponsel dan lingkungan yang tidak sehat tidak pernah disadari oleh para orang tua."

Tak pelak, pergaulan bebas, hubungan tanpa ikatan yang ujung-ujungnya hamil di luar nikah, menjadi budaya yang jauh dari nilai-nilai moral. Kondisi hidup tanpa kontrol sosial ini, kembali dibuktikan dengan peristiwa siswi SMK Swasta di Ponorogo yang melahirkan bayi di toilet sekolah. Ironisnya, bayi yang dilahirkan itu dalam kondisi tak bernyawa.

"Sikap guru pengawas di sekolah tersebut juga patut dipertanyakan. Masak sih sudah hamil sembilan bulan kok sampai tidak tahu?" keluh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Harun yang mengaku kecewa dan prihatin terhadap peristiwa tersebut.

Setelah penemuan sosok mayat bayi dan ibunya itu, pihak sekolah langsung menghubungi petugas kepolisian.

Terungkapnya kasus siswi kelas X yang melahirkan tersebut, setelah pemilik kantin sekolah, yang mengaku curiga melihat UM masuk ke toilet. Saat itu, pelajaran pertama, yaitu Mata Pelajaran Olahraga baru dimulai. UM keluar ruangan sekitar pukul 08.00 WIB, menuju kamar mandi sekolah.

Namun, hingga 90 menit lamanya, dia tidak kunjung keluar. Karena curiga, pemilik kantin tersebut mendobrak pintu toilet dan menemukan UM dalam kondisi pingsan dan bayinya yang masih berlumur darah sudah tidak bernyawa.

Pihak sekolah lalu melarikan UM ke Rumah Sakit Muslimat Ponorogo untuk perawatan secara intensif. Sedangkan jenazah bayi UM dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Harjono guna penyelidikan.

Hindari pelecehan, politisi cantik DPR tawarkan alat semprot
Siswi SMP korban pemerkosaan malah dikeluarkan dari sekolah
Gadis 13 tahun diperkosa 8 pemuda
Zaeni setubuhi anak kandung sejak 2007
Ayah tega perkosa tiga putri kandungnya di Cakung
Zaeni tetap setubuhi anak kandungnya yang sudah menikah
3 Polisi Malaysia pemerkosa TKI diberi penangguhan penahanan
Diduga korban pemerkosaan, RI sudah koma 6 hari di ICU RSUP

[war]

KUMPULAN BERITA
# Pemerkosaan

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Pemerkosaan, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Pemerkosaan.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Smartphone dan ponsel dengan harga jual di atas Rp 100 juta
  • Ikut kampanye PKS, PNS dihukum 2 bulan penjara
  • APBD DKI Jakarta belum cair pembongkaran villa di Bogor tertunda
  • SDA tak masalah dilengserkan lebih cepat dari ketua umum PPP
  • Ditunggu sampai tutup, PKB dan PBB tak lapor dana kampanye
  • Modal kampanye Rp 300 juta, Aceng Fikri melenggang ke Senayan
  • Robert pasang badan demi amankan duit Budi Sampoerna di Century
  • Ahok: Konyol, bus iklan Win-HT tak bayar pajak
  • PKB klaim dapat 20 kursi di DPRD Jatim, PDIP cuma 17 kursi
  • Waspada, ini ciri-ciri paedofil
  • SHOW MORE