Solar langka, puluhan truk dan bus numpuk di SPBU

Reporter : Arie Sunaryo | Minggu, 31 Maret 2013 22:10

Solar langka, puluhan truk dan bus numpuk di SPBU
Solar habis di SPBU. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Kelangkaan solar bersubsidi dalam dua hari terakhir terjadi di wilayah Surakarta. Di sepanjang Jalan Raya Solo-Yogyakarta, hampir semua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) habis stok solarnya.


Kondisi yang sama juga terjadi di Jalur Solo-Wonogiri, Jawa Tengah, terutama di Kabupaten Sukoharjo. Akibatnya, puluhan truk, pada Sabtu dan Minggu (31/3) menumpuk di beberapa SPBU Klaten dan Sukoharjo, karena tidak bisa mendapatkan solar untuk melanjutkan perjalanan.

Pantauan merdeka.com di SPBU Jonggrangan, Klaten, Minggu (31/3) siang, puluhan truk yang terlanjur kehabisan solar, terpaksa harus rela menunggu hingga stok solar di SPBU kembali diisi dari Pertamina. Bahkan beberapa orang sopir truk dan krunya terpaksa harus bermalam di SPBU karena kehabisan solar.

"Jatah solar untuk SPBU kami memang dikurangi. Biasanya 16 sampai 24 ton per hari, tapi sekarang hanya 8 ton," ungkap Tri Widiyanto, Supervisor SPBU Jonggrangan, Klaten.

Sementara itu kelangkaan solar bersubsidi juga terjadi di SPBU Baki, Solo Baru. Puluhan bus dan truk yang akan membeli solar terpaksa harus mengurungkan niatnya.

"Stok solar kami terbatas mas, jam 17.00 WIB tadi sudah habis. Kalau mau beli nunggu besok agak siang," ujar Agus, salah petugas SPBU.

Di SPBU tersebut, beberapa pengemudi truk bahkan nekad berhenti untuk mengantre, meskipun sudah dipasang pengumuman, stok solar bersubsidi habis.

"Saya bingung ini mas, di mana-mana habis. Padahal saya membawa penumpang ke Pacitan sudah menunggu lama," ucap Santosa sopir bus Berkah.

[hhw]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# Pembatasan BBM

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE