Soal bendera, jangan sampai ada konflik baru Aceh-Jakarta

Reporter : Ramadhian Fadillah | Rabu, 3 April 2013 10:49




Soal bendera, jangan sampai ada konflik baru Aceh-Jakarta
Bendera GAM. ©REUTERS/Rizky Abdul Manan

Merdeka.com - Penetapan bendera GAM sebagai simbol provinsi Aceh dalam Qanun Nomor 3/2013, menuai pro dan kontra. Ada masyarakat Aceh yang sepakat dengan penetapan bendera GAM sebagai bendera Aceh, namun ada pula yang tak berbeda pendapat.

Perbedaan pendapat dan pandangan, merupakan hal wajar. Sejauh perbedaan tersebut tak mengarah pada konflik yang mengganggu situasi damai di Aceh. Jangan sampai masalah bendera ini menguak konflik lama dan menimbulkan konflik antara Aceh dan pemerintah pusat di Jakarta.

Lalu bagaimana menyelesaikan polemik ini?

"Pertama, penyelesaiannya harus dilakukan secara dialogis dan demokratik, yakni melalui mekanisme yang terlembaga," kata wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, Rabu (3/4).

Kedua, proses yang berjalan, selain juga harus memperhatikan aspirasi warga, juga harus memperhatikan Nota Kesepahaman Helsinki, dimana disana diatur tentang atribut dan simbol GAM. Dan ketiga, yang paling utama, polemik ini harus memelihara situasi damai dan menunjang iklim kondusif masyarakat Aceh dalam melakukan aktivitas ekonominya dan membangun kesejahteraannya.

"Menjadikan Bendera GAM sebagai bendera provinsi selama aspirasi rakyat Aceh tentu harus dihargai. Namun sebagai bendera NKRI tetap harus Merah Putih," tegas Fadli.

Yang perlu dicatat, rakyat Aceh sangat berjasa dalam kemerdekaan RI dan ikut dalam mempertahankan kemerdekaan RI tahun 1945-1949. Aceh punya saham terhadap kemerdekaan RI. Bendera dan lambang provinsi adalah hal yang penting, namun kesejahteraan warga Aceh, perdamaian, dan keadilan di sana, jauh lebih penting.

Di sisi lain, polemik ini merupakan evaluasi juga bagi pemerintah pusat, untuk terus mengawal proses pembangunan perdamaian di Aceh. Aceh sebagai daerah yang baru saja terbebas konflik, perlu pendekatan khusus. Sehingga, respon yang diberikan pusat tak reaksioner ketika ada gejolak-gejolak di masyarakat Aceh.

"Untuk menangani ini, pemerintah pusat, provinsi dan perwakilan masyarakat perlu duduk bersama," tutupnya.

Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh sepakat tidak mengibarkan bendera Aceh sementara. Sampai ada kejelasan soal bendera ini dan menunggu persetujuan pemerintah pusat.

[ian]

KUMPULAN BERITA
# Bendera Aceh# GAM

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Jelang liberalisasi, gerak pengusaha konstruksi asing diperketat
  • Dana kelolaan BPJS jadi sumber pembiayaan proyek MP3EI
  • Menag: Sudah sewajarnya pemerintah akui peran besar pesantren
  • Jadi bandar narkoba, napi Lapas Sragen batal hirup udara bebas
  • Marshanda: Aku tahu posisi aku
  • Khasiat hebat yang tersembunyi di balik pahitnya pare!
  • Sebelum penemuan mayat bocah tanpa organ, bocah 5 tahun diculik
  • Maruarar Sirait usul tak ada kenaikan gaji presiden dan DPR
  • Sidak Wapres Boediono di Imigrasi Jakpus cuma 5 Menit
  • Saksi akui eks Kepala Bappebti sediakan sogokan izin pemakaman
  • SHOW MORE