SO 1 Maret (7): Janur Kuning dan perwira ganteng

Reporter : Ramadhian Fadillah | Kamis, 1 Maret 2012 10:05




SO 1 Maret (7): Janur Kuning dan perwira ganteng
Poster film Janur Kuning.

Merdeka.com - Iring-iringan prajurit TNI yang menandu Panglima Besar Soedirman turun naik bukit. Setelah susah payah, akhirnya Panglima Besar tersebut mau kembali ke Yogyakarta. Soedirman sempat ragu akan tindakan Belanda yang berkali-kali melanggar perjanjian dengan Republik Indonesia.

Namun seorang perwira muda meyakinkan Soedirman untuk mau kembali. Sosok pemuda ganteng dengan pembawaan tenang nan berwibawa itu adalah Letkol Soeharto, Komandan Brigade X sekaligus Komandan Wehrkreise III.

Adegan selanjutnya, Soedirman memeriksa barisan pasukan. Saat itu pula ingatan Soeharto melayang. Secara flash back adegan mundur saat Agresi Militer Belanda II berlangsung. Pesawat tempur Belanda meraung-raung di atas langit Yogyakarta membombardir lapangan udara Maguwo.

Demikian cuplikan Film 'Janur Kuning', salah satu film yang menggambarkan serangan umum 1 Maret 1949. Film yang disutradai Alam Rengga Rasiwan Surawidjaja ini dibuat tahun 1979. Biayanya lebih dari Rp 300 juta. Cukup besar di masa itu. Konon biaya terbesar digunakan untuk membiayai pembuatan ratusan baju seragam dan ribuan baju untuk figuran.

Secara detil film ini cukup baik. Kostum pemain dan gaya bicara para pemainnya natural. Tidak kelihatan baru dan selalu rapi tersetrika seperti dalam Film Trilogi Merah Putih. Padahal trilogi itu baru diproduksi tahun 2010, atau 30 tahun kemudian. Beberapa panser, tank bahkan pesawat terbang melengkapi setting film perang 'Janur Kuning'.

Banyak fakta sejarah di dalamnya juga tersusun cukup baik. Penggambaran Agresi Militer Belanda II tanggal 19 Desember 1949, jalannya Serangan Umum 1 Maret, hingga penyerahan kedaulatan di Yogyakarta.

Namun yang terasa mengganggu adalah terlalu dominannya peran Soeharto sebagai tokoh sentral film ini. Sosok Soeharto yang diperankan Kaharuddin Syah, mengisi hampir seluruh film ini. Dalam sebuah adegan, Soeharto berjalan tujuh hari tujuh malam untuk mengkoordinasi pasukannya. Di sini pula terlihat Soeharto menggagas Serangan Umum 1 Maret. Di satu adegan, warga juga tampak bersuka ria dengan kedatangan Soeharto ke sebuah desa.

"Film itu tidak obyektif. Peran Soeharto terlalu ditonjolkan. Film itu hanya berisi bagaimana sosok Soeharto yang begitu teguh. Berjuang sekuat tenaga, dan sebagainya. Sosok lain dikecilkan dalam film ini," ujar sejarawan Asvi Warman Adam kepada merdeka.com, Rabu (29/2).

Asvi berharap ada film lain yang dibuat untuk mengkoreksi film ini. Dia berharap film bertema sejarah bisa bebas dari kepentingan politik.

"Peran Sultan Hamengkubuwono IX hampir tidak terlihat dalam film ini. Padahal saat itu Sultan punya empat fungsi. Sebagai Gubernur, Sultan Yogya, Menteri Pertahanan dan diplomat yang dipercaya melakukan perundingan. Jadi bukan Soeharto," beber Asvi.

Sejarawan LIPI itu menjelaskan setelah Soeharto lengser, buku-buku yang mengkritisi peran Soeharto dalam peristiwa serangan umum 1 Maret sudah cukup banyak. Dia berharap sejarah bisa diluruskan. "Kalau buku sudah banyak, tapi sayangnya kalau film belum ada," kata Asvi.Saat itu siapa yang berani melawan penguasa?


[tts]

KUMPULAN BERITA
# Serangan Umum 1 Maret

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • PKS sebut kisruh DPR paling dirugikan pemerintah
  • Lagi cuci motor di sungai, ibu muda diperkosa tetangga
  • Menteri ESDM janji hati-hati pilih pemain hulu migas
  • KIH & KMP diminta rembuk tuntaskan kisruh di DPR
  • Justin Bieber benar-benar dibikin depresi oleh Selena Gomez
  • PDIP tuding Koalisi Prabowo jalankan sistem kartel di DPR
  • Kisah AK Gani, sang penyelundup penyelamat Republik Indonesia
  • PKS anggap DPR tandingan buah kisruh internal KIH
  • Dari pocong sampai kuntilanak berkeliaran di Mampang
  • WD rilis hard disk 'anti maling' berkapasitas 6 TB!
  • SHOW MORE