Siswa SMK di Salatiga tewas disabet sangkur oleh anggota TNI

Reporter : Parwito | Senin, 18 Februari 2013 01:37




Siswa SMK di Salatiga tewas disabet sangkur oleh anggota TNI
pisau ancam. shutterstock

Merdeka.com - Dipicu oleh senggolan ketika berjoget saat pertunjukan reog, seorang siswa SMK di Salatiga, Jawa Tengah tewas di tangan Sersan Dua (Serda) AR, anggota Brigif 411/Kostrad akibat dadanya ditusuk dengan sebilah sangkur. Sementara, temannya mengalami kritis dan menjalani perawatan di RSUD Salatiga.

Korban yang tewas itu diketahui bernama Syaiful Anwar (18), siswa kelas XII SMK Negeri 1 Pabelan, Salatiga dan temannya yang dalam kondisi kritis, Sulardi (21) warga Tengaran Kulon RT 07/RW 1 Salatiga. Syaiful meninggal mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan menuju rumah sakit, diduga karena kehabisan darah.

Dari hasil informasi yang dihimpun merdeka.com, kejadian bermula pada Sabtu (16/2) dini hari ketika AR, anggota TNI tidak terima lantaran disenggol oleh Sulardi saat tengah berjoget. Keduanya sempat saling adu jotos, Serda AR terpojok karena Sulardi bersama beberapa rekanya mengeroyok Serda AR.

Dalam keadaan emosi dan terdesak, Serda AR mengeluarkan sebilah sangkur yang diambil dari balik bajunya. Secara membabi buta, Serda AR kemudian menyabetkan sangkur ke kanan dan kiri secara membabi buta. Sulardi tak luput dari sangkur maut anggota TNI-AD tersebut.

Korban tertusuk sangkur di bagian perut. Sulardi langsung di larikan ke RSUD Salatiga, korban langsung mendapatkan perawatan diruang ICU.

Sementara itu, korban Syaiful Anwar yang kebetulan ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pun tak luput dari sangkur sang oknum TNI. Pemuda 18 tahun ini tertusuk sangkur di bagian dada dan mengeluarkan banyak darah.

Meski usai kejadian korban sempat dilarikan ke rumah sakit akhirnya korban meninggal di tengah perjalanan akibat kehabisan darah. Sementara, Serda AR diamankan ke Denpom Salatiga, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapendam IV/Diponegoro Jawa Tengah Kolonel Widodo Raharjo, saat dikonfirmasi mengatakan sudah menerima laporan adanya anggota TNI-AD yang terlibat perkelahian dan mengakibatkan korban meninggal.

Namun, sambung Kapendam, anggota TNI yang terlibat perkelahian tersebut bukanlah anggota Kodam IV/Diponegoro, melainkan anggota Brigif 411/Kostrad, sehingga penanganannya langsung diserahkan ke kesatuannya.

"Untuk sementara ini, memang ada ditangani Denpom Salatiga, tetapi untuk prosesnya akan diserahkan ke kesatuannya," pungkasnya pendek.

[tyo]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Pembunuhan

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Gunung Gamalama erupsi, Peringatan HUT Kota Ternate dibatalkan
  • Faisal Basri minta pemerintah subsidi Pertamax
  • Gaji Rp 1 juta, tukang sapu di Bekasi kesehatannya tak terjamin
  • Kasus Annas Mamun berpotensi dilindungi Lembaga Kepresidenan
  • Megawati masih punya pengaruh menentukan kabinet Jokowi-JK
  • Tim Faisal Basri minta Pertamina stop impor premium
  • Baru 11 tahun, bocah di Sydney sudah ujian kelulusan setara SMA
  • Survei Cyrus: Dukungan rakyat terhadap Jokowi-JK masih kuat
  • Pasek soal kedekatan Anas dan Machfud Suroso: Saya tidak tahu
  • Kemendagri diminta cabut Perda Kehutanan bermasalah
  • SHOW MORE