Sidang penginjak Alquran digelar tertutup

Reporter : Mitra Ramadhan | Selasa, 11 Desember 2012 18:05

Sidang penginjak Alquran digelar tertutup
Terdakwa sumpah dengan Injak Alquran. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Sidang pembunuhan dan pemerkosaan Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah, Izzun Nahdliyah dengan agenda pembelaan para terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, berlangsung tertutup. Agenda sidang adalah pembacaan pembelaan.


Terdakwa yang menyampaikan pembelaan adalah Muhammad Soleh alias Oleng, Oreg, Noriv, Endang alias Dono, Jarsip alias Jarkem dan Candra. Hal itu sempat diprotes oleh massa Ormas Islam FPI yang ingin memantau sidang tersebut.

"Sidang akan berlangsung tertutup karena terdapat dakwaan pemerkosaan yang merupakan tindakan asusila dalam kasus ini. Yang boleh mengikuti sidang hanya pihak keluarga korban dan terdakwa, selain itu silahkan keluar," kata Ketua Majelis Hakim Machri Hendra, Selasa (11/12).

Machri menambahkan, jika tidak tertutup untuk umum, maka persidangan akan batal demi hukum. "Jadi diharapkan aturan ini dipatuhi," ujarnya.

Atas keputusan hakim, massa FPI memprotesnya. Mereka menilai persidangan tidak perlu ditutup-tutupi.

"Mereka pembunuh, jangan ditutupi. Apalagi terdakwa menginjak Alquran. Kami mau memantau sidang ini," ujar Ketua FPI Kabupaten Tangerang Muh Riziq.

Polisi yang berada di lokasi langsung menenangkan massa FPI. Akhirnya perwakilan mereka diperbolehkan mengikuti persidangan. Sejumlah kerabat korban dan terdakwa pun diminta untuk keluar. Sementara tak satu pun wartawan yang diperbolehkan untuk meliput jalannya persidangan.

[hhw]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# Pembunuhan

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE