Merdeka.com tersedia di Google Play


Seorang wanita sukses tipu puluhan pengusaha Karawang

Reporter : Ramadhian Fadillah | Senin, 4 Februari 2013 04:03


Seorang wanita sukses tipu puluhan pengusaha Karawang
Ilustrasi bos wanita. ©shutterstock.com/Stephen Coburn

Merdeka.com - Sejumlah pengusaha di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menjadi korban penipuan dan penggelapan dengan modus meminta modal untuk pengembangan usaha sarang burung walet, hingga masing-masing dari mereka mengalami kerugian miliaran rupiah.

Pelaku penipuan dan penggelapan itu merupakan seorang pengusaha sarang burung walet, Jenny Arifin alias Yeyen, yang beralamat di salah satu perumahan kawasan Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur. Sedangkan yang menjadi korbannya ialah para pengusaha di Karawang dan di Jakarta.

"Saya percaya dengan Yeyen, karena dia memang pengusaha sarang burung walet yang cukup sukses. Jadi sangat tidak menyangka kalau Yeyen melakukan penipuan," kata seorang pengusaha yang menjadi korban penipuan, Sigit Setiawan, di Karawang, Minggu (3/2).

Dia mengaku sudah mengenal Yeyen selama sekitar 10 tahun. Karena itu, dirinya tidak menyangka Yeyen melakukan penipuan dengan modus membantu permodalan untuk melakukan pengembangan usahanya, yakni usaha sarang burung walet.

Apalagi, kata dia, Yeyen menunjukkan bukti-bukti kerja samanya kepada para pengusaha lain, termasuk kepada Bupati Karawang Ade Swara yang memang terkenal sebagai pengusaha burung walet. Tetapi setelah dilakukan pengecekan, ternyata Yeyen berbohong telah bekerja sama kepada bupati.

Menurut dia, kejadian apes yang dialami Sigit terjadi berawal saat Yeyen meminta pinjaman modal sekitar Rp 1 miliar untuk membeli sarang burung walet, dengan iming-iming upah cuci sebesar Rp1.000.000 per kilogram.

Selanjutnya, Sigit menyanggupi permintaan pinjaman tersebut dengan memberikan bantuan modal secara bertahap. Setelah diberikan pinjaman hingga sekian lama, Yeyen mengganti uang pinjaman itu dengan cara mencicil. Tetapi hanya sekali mencicil, sisanya Yeyen tidak bisa mengganti uang pinjaman tersebut.

"Yeyen janji-janji terus, dan sampai sekarang belum mengganti uang saya," kata dia.

Ia mengaku tidak hanya dirinya yang menjadi korban Yeyen. Sejumlah pengusaha lainnya di Karawang juga tertipu hingga mengalami kerugian ratusan juta sampai miliaran rupiah.

Jika ditotalkan, kata dia, Yeyen telah melakukan penipuan kepada para pengusaha di Karawang hingga mencapai lebih dari Rp10 miliar.

"Saya bersama korban penipuan lainnya sudah melapor ke Polsek Telukjambe, karena lokasinya di wilayah Telukjambe Timur. Informasinya, kasus yang saya alami itu sudah dilimpahkan, dari Polsek ke Kejaksaan (Kejaksaan Negeri Karawang)" kata Sigit.

Ia berharap aparat penegak hukum bisa mengungkap kasus yang dialaminya hingga tuntas. Sehingga ke depan permasalahan perdata dalam kasus itu bisa diungkap.

[ian]

KUMPULAN BERITA
# Penipuan

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Penipuan, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Penipuan.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Bahas koalisi, Prabowo sudah bertemu Hatta dan Anis Matta
  • Nyamar jadi dokter, manajer paedofil perdaya 6 siswi SD/SMP
  • Teror ngeri kencing tikus di Boyolali, ratusan warga dites darah
  • Gerindra kantongi 3 nama cawapres buat Prabowo
  • Hilangkan trauma korban sodomi, Komnas PA gandeng psikolog
  • Keluarga korban sodomi akan tuntut JIS ke ranah hukum
  • Myanmar bakal salip ekonomi Indonesia saat pasar bebas ASEAN
  • Bawaslu selidiki pelanggaran pidana 17 TPS 'siluman' di Sampang
  • Gerindra dekati 6 partai, belum ada yang deal
  • Bocah TK disodomi, Kemendikbud bentuk tim investigasi
  • SHOW MORE