Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sebut Jaran Kepang terburuk di dunia, Bibit harus minta maaf

Sebut Jaran Kepang terburuk di dunia, Bibit harus minta maaf kuda lumping. ©2012 Merdeka.com/dok

Merdeka.com - Pegiat seni yang tergabung Komunitas 'Ebeg' (kuda kepang) Banyumas berunjuk rasa di Alun-Alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Mereka menuntut Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo meminta maaf atas pernyataannya yang dinilai melecehkan kesenian kuda kepang.

Dalam aksi unjuk rasa itu para pegiat seni kuda kepang ini membawa spanduk bertuliskan 'Bibit Tidak Layak Jadi Pemimpin Jateng'. Selain itu, mereka juga menggelar tarian kuda kepang halaman di Pendopo Sipanji Kabupaten Banyumas, Purwokerto

Salah satu seniman kuda kepang, Sugeng, mengatakan Komunitas 'Ebeg' Banyumas merasa dilecehkan dengan pernyataan Bibit yang mengatakan bahwa kesenian jaran (kuda) kepang adalah kesenian yang paling jelek se-dunia.

"Seorang pemimpin harus berani minta maaf jika salah," katanya seperti dilansir dari Antara, Rabu (11/9).

Menurut dia, kuda kepang dalam kesenian 'Ebeg" (kuda kepang) merupakan gambaran sifat seseorang yang harus bisa mengendalikan diri.

"Bibit harus pulang, 'bali ndeso' untuk mengaji sehingga bisa menghargai kesenian yang berakar pada budaya," kata pegiat seni lainnya, Arno Suprapto.

Ia mengatakan, kesenian kuda kepang yang banyak berkembangi ini berakar pada budaya masyarakat Jateng.

Koordinator aksi, Surya Esa mengatakan, Komunitas 'Ebeg' Banyumas menyatakan sikap protes terhadap pernyataan Gubernur Jateng Bibit Waluyo yang dinilai melecehkan kesenian kuda kepang.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya meminta Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk menyampaikan pernyataan sikap Komunitas 'Ebeg' Banyumas kepada Gubernur Jateng.

Aksi unjuk rasa tersebut diterima Wakil Bupati Banyumas Achmad Husein di halaman Pendopo Sipanji. "Pernyataan sikap saudara-saudara akan saya sampaikan kepada Bupati. Saya sekadar menyampaikan, tidak bisa mengambil kebijakan," katanya.

Seperti diketahui, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menilai kesenian jaran kepang atau jathilan adalah kesenian yang paling jelek sedunia. Hal itu disampaikan Bibit saat memberi sambutan dalam acara The 14th Merapi and Borobudur Senior's Amateur Golf Tournament Competing The Hamengku Buwono X Cup di Borobudur International Golf and Country Club Kota Magelang, Minggu (9/9). (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP