SBY kalahkan Soeharto soal penghargaan internasional

Reporter : Ya'cob Billiocta | Rabu, 8 Mei 2013 13:17

SBY kalahkan Soeharto soal penghargaan internasional
Indonesia Young Leaders Forum. ©Rumgapres/abror rizki

Merdeka.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan kembali penghargaan internasional pada akhir Mei mendatang. Kali ini, Appeal of Conscience Foundation, sebuah organisasi yang mempromosikan perdamaian, demokrasi, toleransi, dan dialog antar kepercayaan menganugerahi SBY sebagai World Statesman Award.


Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengkritisi penghargaan tersebut. Menurutnya, apalah arti segudang penghargaan jika kondisi masyarakat Indonesia tidak berbanding lurus dengan maksud penghargaan tersebut.

"Anugerah World Statesman Award tersebut diberikan bagi mereka yang berhasil membangun perdamaian, demokrasi dan toleransi. Tapi jika kita lihat di masa kini, tingkat konflik yang melibatkan kelompok etnis dan keagamaan justru makin meningkat," kata Fadli dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Rabu (8/5).

Bagi seorang pemimpin negara, lanjut Fadli, yang utama harus didapat adalah penghargaan dari rakyat. Penghargaan yang muncul secara tulus dari rakyat atas keberhasilan menciptakan kebahagiaan, kesejahteraan, kemerdekaan dan perdamaian. Jangan sampai, dunia internasional memberikan penghargaan namun rakyat sendiri justru menilai sebaliknya.

Dia lantas membandingkan dengan presiden kedua Soeharto. Menurutnya, Soeharto adalah presiden yang tak pedulikan penghargaan dari dunia internasional.

"Barangkali, di antara Presiden RI era reformasi, SBY lah yang paling banyak menerima gelar atau penghargaan. Selama 9 tahun menjabat presiden, SBY sudah memperoleh 7 gelar Doktor Honoris Causa. Presiden Soeharto yang menjabat 30 tahun sering ditawari tapi tak bersedia menerima penghargaan DR HC," kata Fadli.

Rencananya, penghargaan untuk SBY akan diberikan 30 Mei mendatang di New York, Amerika Serikat.

[tyo]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# Presiden SBY

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE