Salah mendaratkan pesawat Sriwijaya Air, pilot digrounded

Reporter : Muhammad Hasits | Minggu, 14 Oktober 2012 00:19




Salah mendaratkan pesawat Sriwijaya Air, pilot digrounded
sriwijaya air. jetphoto.net

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan langsung bertindak tegas atas insiden salah mendaratnya Pesawat Sriwijaya Air di Padang kemarin sore. Kemenhub akan memberikan sanksi kepada pilot dan copilotnya.

"Pilot dan copilotnya langsung kami grounded ga boleh terbang dulu. Atas insiden ini kami akan investigasi," kata Kepala Puskom Publik Kemenhub, Bambang S Ervan kepada merdeka.com, Minggu (14/10).

Diketahui, pilot pesawat itu adalah warga negara asing bernama Capt J Gudonis dan copilotnya Rifky FA. Sejauh ini belum diketahui apakah keduanya pilot baru atau tidak.

"Kami akan menyelidiki apakah pilotnya melakukan penerbangan sesuai prosedur atau tidak. Sementara pilot tidak boleh menerbangkan pesawat dulu," ujar dia.

Sementara sampai malam ini, Pesawat Sriwijaya Air masih berada di Bandara Tabing. "Pesawat juga tidak boleh terbang dulu. Kami akan selidiki dulu," kata Bambang.

Kemarin Sabtu (13/10) sore, Pesawat Sriwijaya Air sekitar pukul 17.05 WIB, salah mendarat. Pesawat dari Kota Medan menuju Kota Padang itu seharusnya mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), malah mendarat di bekas landasan pacu Bandara Tabing yang sudah tidak beroperasi lagi untuk pesawat sipil.

Menurut penumpang pesawat, Toni, menjelaskan bahwa para penumpang pesawat dengan nomor penerbangan SJ0021 berangkat dari Kota Medan menuju Kota Padang sekitar pukul 16.00 WIB.

Setelah penerbangan berlangsung, kata dia, pesawat terlihat dengan kondisi baik. Namun, sampai di Kota Padang, pesawat tidak mendarat di bandara yang sebenarnya.

"Tadi waktu berangkat tidak terlihat adanya kendala dalam penerbangan. Namun, saat sampai di Kota Padang, saya memang sedikit curiga karena saat hendak mendarat saya melihat lokasi landasan bandara yang telah lama ditutup, bukan di BIM," kata Toni.

Saat mendarat, kata dia, para penumpang juga merasakan adanya getaran, apalagi saat hendak membelokkan pesawat. Tetapi, penumpang hanya diberi tahu oleh pramugari bahwa pilot yang membawa pesawat ini masih baru, dan tidak tahu Kota Padang.

"Apa penyebab pastinya saya dan penumpang lain tidak mengetahui secara pasti sebab tidak ada keterangan resmi dari pihak penerbangan," ujarnya.

Penumpang yang membeli tiket dengan nomor kursi II B tersebut juga menjelaskan bahwa mereka sempat tertahan di dalam pesawat. Para penumpang untuk turun tidak ada tangga darurat sehingga menunggu tangga tersebut.

Sehubungan dengan itu, berdasarkan pantauan di lapangan, para penumpang harus bertahan hingga pukul 19.00 WIB, penumpang baru bisa keluar dan dijemput oleh sanak saudara mereka ke lokasi bandara yang saat ini seharusnya hanya digunakan untuk pendaratan pesawat yang bukan komersial.

Penumpang lainnya, Mimi, menyatakan kecewa dengan penerbangan tersebut sebab tidak ada kejelasan dari pihak maskapai terkait salah mendarat tersebut.

"Saya kecewa sebab tidak ada kejelasan dari pihak maskapai. Kami hanya tertahan di dalam pesawat, apalagi tidak ada tangga daruratnya setelah pesawat mendarat, dan baru ada setelah pihak TNI yang memakai lokasi ini mencarikan tangga untuk turun," katanya.

Mimi menambahkan, sebelum mendarat, memang pesawat ini sempat berputar sekitar 10 menit di atas kawasan laut Kota Padang.

Sehubungan dengan kejadian tersebut, pihak BIM hingga berita ini diturunkan belum memberikan konfirmasi. Saat dihubungi melalui jaringan telepon, General Manager BIM tidak mengangkatnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Operasional BIM saat dihubungi juga tidak berada di tempat sehingga belum bisa memberikan kejelasan penyebab dari salah mendaratnya pesawat tersebut.

"Saya sedang berada di Kota Pekanbaru, dan belum bisa memberikan keterangan apa penyebab sebenarnya sehingga pesawat penumpang tersebut bisa salah dalam menentukan lokasi pendaratan," jelasnya.

[has]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Ahmad Dhani, Al, El dan Safeea serba putih di resepsi Raffi Ahmad
  • Penampakan awal karir Miranda Kerr, seperti apa?
  • Besok Bandung gelar street festival, hindari kawasan Gasibu
  • Pesan Raffi Ahmad untuk Olga Syahputra di pernikahannya
  • Jokowi minta media setop spekulasi tanda merah & kuning dari KPK
  • Jokowi belum akan tetapkan Hari Santri pada 1 Muharram ini
  • Diumumkan besok, susunan kabinet Jokowi takkan berubah lagi
  • Dukung kabinet bersih, relawan minta KPK tangkap Rini Soemarno
  • Pernah gagal, Aldi Taher optimis bina keluarga samara
  • Kuntoro disebut belum laik pimpin Kementerian ESDM
  • SHOW MORE