Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Saat mobil Endang terperosok di lokalisasi

Saat mobil Endang terperosok di lokalisasi menkes goodbye. merdeka.com/ilustrasi/djokopoerwanto

Merdeka.com - Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menaruh perhatian besar pada kesehatan para pekerja seks komersial (PSK) di Kramat Tunggak Jakarta. Tahun 1993, Endang memimpin tim kecil untuk membuka posko pengobatan di Kramat Tunggak. Posko pengobatan itu beroperasi dua kali seminggu, setiap Jumat dan Selasa.

"Ini baru Jumat ketiga pos kesehatan berjalan. Semalam hujan lebat, jalanan becek di mana-mana. Karena bawaan cukup banyak kami putuskan naik mobil sampai ke rumah bordil yang dituju. Mobil sedan kecil saya kemudikan sendiri menerobos gang-gang kecil. Gang becek yang sempit, dipersempit lagi dengan dengan jemuran yang penuh digantungi daster dan pakaian dalam," tulis Endang dalam buku 'Perempuan-Perempuan Kramat Tunggak'.

Di satu gang, mobil yang dikemudikan dokter Endang tidak bisa maju lagi. Saat hendak mundur, satu ban mobil Endang masuk ke dalam parit yang cukup dalam. Endang mengegas keras-keras dengan harapan mobil loncat dan keluar parit. Yang terjadi malah ban berputar cepat hingga lumpur dan air yang berwarna hitam muncrat dari parit.

"Lebih sial lagi, ketika itu seorang perempuan yang sudah berdandan rapi, berjalan di belakang ban mobil yang terjeblos itu. Kontan seluruh tubuh berikut mukanya menjadi kehitam-hitaman. Dia menjerit nyaring dan kembali masuk rumah," kata Endang.

Kejadian itu menarik perhatian orang-orang di Kramat Tunggak. Orang-orang sekitar mulai berdatangan. Dua rekan Endang panik, Endangpun sebenarnya tidak kalah panik. Tapi dia sadar sebagai ketua tim dia tidak boleh panik dan bingung.

"Apa yang harus saya lakukan? Saat itu saya teringat nasihat seseorang yang biasa bergaul di lingkungan yang keras. 'Kamu tidak boleh sekali-kali menunjukkan kelemahanmu. Mereka akan menyambar kesempatan ini dan kamu akan kehilangan wibawa selama-lamanya'. Saya memutuskan sekarang saatnya untuk bersandiwara," jelas Endang.

"Sungguh mati, saya tidak ingat bintang film mana yang saya tiru aktingnya itu. Kemungkinan besar film koboi. Dengan suara jelas saya katakan, kami adalah rombongan kesehatan. Mobil kami mengalami kesulitan. Adakah yang bisa bantu?"

Menkes Endang lalu menyetop seorang germo yang mengendarai sepeda motor. Dia meminta bantuan untuk mengeluarkan mobilnya. Germo itu memerintahkan orang-orang menaruh papan di atas ban mobil yang terperosok. Berhasil, mobil digas dan berhasil keluar dari got.

"Kami bertiga tertawa lega. Tentu tak lupa kami mencari si perempuan malang yang tersiram lumpur untuk meminta maaf," aku Endang.

Masih banyak cerita Endang di Kramat Tunggak. Menteri Endang menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 11.41 WIB, Rabu (2/5). (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP