Ruhut minta SBY 'ojo kesusu' ganti Kapolri

Reporter : Ya'cob Billiocta | Jumat, 12 April 2013 16:17




Ruhut minta SBY 'ojo kesusu' ganti Kapolri
Ruhut Sitompul. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan mengganti Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Agustus atau September tahun ini. Padahal, masa pensiun Timur Pradopo baru akan berakhir di Januari tahun mendatang.

Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul berpendapat sebaiknya pergantian Kapolri tidak buru-buru.

"Ojo kesusu (jangan buru-buru), siapa yang ditunjuk nanti? Sebelum Kapolri, Pangab (pergantian Panglima TNI) dulu," kata Ruhut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/4).

Namun, Ruhut menilai persoalan tersebut adalah hak prerogatif presiden. Kalau SBY akhirnya memajukan jadwal pensiun Jenderal Timur Pradopo, dia yakin keputusan tersebut sudah dipertimbangkan matang.

"Saya positif thinking saja. Dari yang baik, buat yang terbaik. Karena kita mau masukin Pemilu, siapa pun penggantinya," kata Ruhut.

Ruhut menilai, Timur Pradopo sudah maksimal menjalankan amanahnya sebagai Kapolri. Dia menilai, keputusan mempercepat pensiun Timur karena pertimbangan pelaksanaan pemilu semata.

"Karena ini suasana tahun politik. Saya mohon ini hak prerogatif bapak presiden. Yang jelas, Pak Timur sudah bekerja dengan baik," lanjutnya.

[dan]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Martin Hutabarat setuju pilkada langsung asal korupsi berkurang
  • Menag: Jangan sampai WNI banyak studi ke luar negeri
  • KPK kesulitan jelaskan unsur penghinaan di surat protes Anas cs
  • Di penjara, tahanan KPK masih dapat banyak fasilitas
  • Pembahasan revisi UU MD3 deadlock, Menkum HAM lapor ke Jokowi
  • Ini cara Menaker agar buruh tak terus demo minta kenaikan UMP
  • KPK ungkap Wawan tahanan berkocek paling tebal di rutan
  • Unsur penghinaan surat protes Akil dan Anas di rutan nihil
  • Jaksa Agung sesumbar akan lanjutkan semua kasus yang mangkrak
  • Ranking FIFA: Jerman kokoh, Inggris melompat
  • SHOW MORE