Ritual air keras dipercaya bisa menguji kebersihan hati
Merdeka.com - Ketua Pokdarkamtibmas Jatinegara, Sarpono (50) menjelaskan, ritual cuci tangan dengan air keras oleh anggotanya dianggap suatu hal yang biasa. Ritual itu dipercaya warga bisa menguji kebersihan hati.
"Ritual itu tergantung dari kebersihan hati. Kalau hatinya bersih maka, tidak akan terjadi apa-apa. Tapi kalau hatinya kotor atau tidak bersih, maka beginilah jadinya," ujarnya saat dihubungi wartawan, Rabu (6/6) malam.
Lebih lanjut Sarpono mengatakan, Pokdarkamtibmas adalah mitra kepolisian untuk menjaga keamanan dan berada di tiap kecamatan. Anggota Pokdar juga sukarela dan tidak digaji. Namun mereka membekali diri dengan sejumlah ilmu kebatinan dan bela diri.
Sarpono menjelaskan, di rumah Mamat Syahroni anggota Pokdarkamtimbas yang juga menjabat sebagai Ketua RW 07, Bidaracina, sejumlah anggota Pokdarkamtibmas Jatinegara memang sering berkumpul. Bahkan ritual kekebalan cuci tangan dengan air keras ini, sudah berkali-kali dilakukan di sana.
"Dan tak pernah ada apa-apa. Baru kali ini saja," kata Sarpono yang saat kejadian mengaku menyaksikan langsung ritual tersebut pada Rabu dinihari.
Sarpono menjelaskan ritual ini, dilakukan di mana air keras berupa zat kimia tertentu dimasukkan ke dalam baskom. Lalu ada doa-doa yang dipanjatkan.
Setelah itu, barulah enam anggota Pokdarkamtibmas yang ingin menguji kebersihan hatinya mencelupkan tangannya ke dalam baskom berisi air keras tersebut.
"Kami sudah sering melakukan ini. Tapi baru kali ini, terjadi musibah," kata Sarpono.
Sarpono menjelaskan ritual ini adalah salah satu ilmu bela diri dalam perkumpulan bela diri yang anggotanya khusus Pokdarkamtibmas Jatinegara. Mereka pun meyakini anggota Pokdarkamtibmas yang terluka adalah anggota yang tidak bersih hatinya.
"Kalau ada korban, berarti dia tidak sungguh dalam melakukan ritual tersebut," tandasnya. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya