Rektor Unsoed jadi tersangka kasus korupsi

Reporter : Slamet Nusa | Kamis, 21 Februari 2013 19:17




Rektor Unsoed jadi tersangka kasus korupsi
Unsoed. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Kejaksaan Negeri Purwokerto akhirnya menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi kerjasama Universitas Jenderal Soedirman dengan PT Aneka Tambang. Mereka diduga menerima aliran dana dari proyek kerjasama pertanian terpadu di Desa Munggangsari Kecamatan Grabag Purworejo.

"Tiga tersangka tersebut yakni, EY, WH dan SMJ," kata Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Eko Suwarni, Kamis (21/2).

EY sendiri diduga adalah Rektor Unsoed, Edy Yuwono. Edy sudah tiga kali diperiksa kejaksaan. Edy Yuwono diduga menerima transfer dana sejumlah Rp 175 juta dan sebuah mobil. Soal ini, pengacaranya, Untung Waryono membantahnya.

Sementara, WH diduga adalah Winarto Hadi. Dia adalah kasir proyek tersebut. Dana dari Antam masuk ke tiga rekening pribadinya. Dari rekening inilah, dia membaginya ke sejumlah pejabat yang terlibat dalam tim itu. Ia sendiri mendapatkan mobil terios yang sudah disita kejaksaan. Saat dikonfirmasi, Winarto membantahnya. "Tidak, tidak ada dana itu," katanya.

Tersangka terakhir adalah SMJ yang diduga sebagai Suatmadji. Ia adalah Asisten Senior Manager CSR PT Antam. Ia diduga menerima fee cash back sebesar Rp 580 juta, atau sekitar 10 persen dari total nilai proyek sebesar Rp 5,8 miliar. Suatmadji membantahnya, "Saya tidak terkait," katanya.

Ia mengatakan, tiga tersangka tersebut terkait dugaan kasus korupsi proyek PT Antam. Proyek tersebut ditaksir menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 2 miliar.

Menurut dia, penetapan tersangka diambil setelah Kejari Purwokerto melakukan ekspose di hadapan Kejati Jawa Tengah. Dia menambahkan, kasus ini masih akan terus dikembangkan. "Kemungkinan masih aka nada tersangka lagi di proyek Antam," katanya.

Soal gelar perkara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Purwokerto, Hasan Nurudin Ahmad membenarkan Kepala Kejaksaan Negeri Purwokerto, A Dita Prawitaningsih dan Ketua Tim Penyelidikan Korupsi Unsoed, Sunarwan sedang berada di Semarang. "Kemungkinan pulang ke Purwokerto besok," kata dia.

Koordinator Divisi Monitoring KP2KKN Semarang, Eko Haryanto mengatakan, pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga pengadilan. "Kami ikut memantaunya," kata dia.

Menurut dia, penetapan ketiga tersangka sudah bisa diduga sebelumnya. Menurutnya, sejumlah pejabat Unsoed lainnya bakal menyusul menjadi tersangka.

Sejumlah nama yang juga dibidik kejaksaan masih belum ditetapkan sebagai tersangka. mereka yang diduga ikut terlibat di antaranya, Saparso sebagai kepala proyek, Budi Rustomo sebagai Pembantu Rektor II, Muhammad Bata sebagai ahli sapi, dan sejumlah nama lainnya.

[hhw]

KUMPULAN BERITA
# Korupsi Rektor Unsoed

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Tak ada biaya Lebaran, ratusan petani di Sragen gadaikan traktor
  • Pilih alat makan yang tepat untuk turunkan berat badan!
  • Iran kembali tangkap tiga jurnalis
  • Courtney Cox - Johnny McDaid gelar resepsi di negara ini
  • Escamol, kaviar serangga ala Meksiko yang sarat gizi
  • Aston Martin Vantage S bertransformasi jadi Super Roadster!
  • H-2 Lebaran, arus lalu lintas di jalur selatan relatif lancar
  • Jelang libur panjang lebaran, konsumsi hotel di Bali meningkat
  • Induk usaha antv raup laba semester I 2014 Rp 165,1 M
  • Dada gadis-gadis Kamerun disetrika agar tidak 'mengundang' pria
  • SHOW MORE