Rangkap jabatan, SBY dinilai melanggar etika politik

Reporter : Vany Nestia Jayani | Rabu, 3 April 2013 14:05




Rangkap jabatan, SBY dinilai melanggar etika politik
Pidato SBY. ©2012 Merdeka.com/abror rizki

Merdeka.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai melanggar etika politik karena telah merangkap jabatan; menjabat Presiden dan Ketua Umum Partai Demokrat. Kritikan itu dilontarkan salah satu pendiri Constitution Centre (Concern) M. Laica Marzuki di kantor Concern, Jl sampit I, Blok M, Jakarta, Rabu (3/4).

"Di dalam Undang-undang Presiden itu memimpin rakyat banyak dan sebagai pemegang kedaulatan. Rakyat adalah di atas segalanya. Ketika Presiden memimpin perlu ada satu cara mengatur kekuasaan secara etis. SBY ini pelanggaran etika politik," kata dia.

Menurut dia, seorang presiden bukan hanya sebagai kepala pemerintahan, tetapi juga kepala negara. Dengan demikian dia harus mendahulukan kepentingan bangsa.

Laica melanjutkan, oleh sebab itu Concern mengimbau segera dibentuk aturan pembatasan rangkap jabatan presiden untuk menghindari konflik kepentingan dan menghindari kesan bahwa Presiden tidak mengayomi rakyat banyak.

Apalagi dalam pidato SBY berjanji menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Misalnya teguran SBY kepada menteri yang juga rangkap jabatan, agar tidak mendahulukan kepentingan partai. Hal itu menjadi kehilangan makna karena dilanggar sendiri karena menjabat sebagai Ketum Demokrat.

SBY juga telah memperlihatkan politik nepotisme dengan bersatunya jabatan Ketua umum dan Sekretaris Jenderal Demokrat dalam satu kekerabatan keluarga, Ayah dan Anak. Bagaimana mungkin, partai yang berkuasa dikuasai oleh satu keluarga.

"Tidaklah benar adanya pelaksanaan penyelanggaraan Presiden, tetapi dalam waktu yang sama melanggar etika politik," ucapnya.

[mtf]
Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Presiden SBY

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Ketika Presiden Jokowi sidak ke ruang wartawan Istana
  • Terlalu banyak buang fitur top, Galaxy S6 disindir mirip iPhone 6
  • Menko Sofyan: Seperti pertamax, harga premium tak perlu diumumkan
  • JK sarankan tunda hukuman terpidana mati sakit jiwa
  • Jessica semakin sibuk setelah keluar SNSD, segera debut solo?
  • Di vonis bebas, Ola lolos dari hukuman mati
  • Limpahkan kasus Komjen Budi, KPK panen kritik
  • Wapres JK sebut Jokowi tak perlu umumkan naik turunnya harga BBM
  • Cegah alergi makanan pada buah hati dengan 4 cara ini
  • Penggunaan data Indosat di Medan naik 197 persen, ini penyebabnya
  • SHOW MORE