Rampok mobil G4S, anggota TNI hadiahi istri muda rumah & emas

Reporter : Andrian Salam Wiyono | Jumat, 10 Mei 2013 16:11




Rampok mobil G4S, anggota TNI hadiahi istri muda rumah & emas
Barang bukti yang dirampok anggota TNI

Merdeka.com - Kopral DSB menjadi otak perampokan Mobil Securicor G4S, jasa keamanan pengisian uang untuk ATM di Bandung senilai Rp 2,99 miliar. DSB yang kini sedang dalam proses pemecatan Pomdam III/Siliwangi mendapatkan bagian uang sekitar Rp 1 miliar.

"Uang itu berdasarkan pengakuan tersangka adalah untuk memberi hadiah kepada istri muda," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso, di Mapolrestabes Badung, Jumat (10/5).

Namun uang hasil kejahatan tersebut, tak lama disita pihak Kepolisian pasca ditangkapnya pelaku Jumat (3/5) lalu. Dari tersangka DSB didapat satu unit rumah di Kampung Jati, Kelurahan Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.

"Ada beberapa gram emas sejumlah Rp 28 juta," ungkapnya.

Ada juga rekening BRI atas nama Irma Yanti senilai Rp 250 juta. "DSB ini menyerahkan uang emas ke istri mudanya. Sementara rekening kita blokir," terangnya.

Polrestabes Bandung menangkap dua dari tiga tersangka perampokan Mobil Securicor, jasa keamanan pengisian uang untuk ATM di Bandung senilai Rp 2,99 miliar. Selain DSB ditangkap tersangka AS, sedangkan DF masuk dalam pencarian orang (DPO).

Kronologi awal mula perampokan ini terjadi pada Minggu (28/4) lalu. Saat itu mobil membawa uang tunai senilai Rp 5,49 Miliar untuk diisikan ke sejumlah ATM di Bandung.

AS dan DF mengikuti mobil G4S menggunakan sepeda motor usai melakukan pengisian ATM di Jalan Sunda. Keduanya langsung menodongkan pisau dan alat setrum kepada petugas. DSB tiba, namun perannya berpura-pura menjadi korban.

Di situ pelaku yang masuk ke dalam mobil membawa petugas berkeliling hingga dibuang di Kabupaten Bandung dan Cianjur.

Pihaknya menyerahkan kesatuannya untuk memproses oknum TNI yang menjadi otak perampokan yang merugikan uang sebesar Rp 4,7 miliar tersebut. "Oknum atas nama DSB Sudah diamankan Pomdam. Prosesnya kita serahkan," katanya.

Menurutnya para tersangka dijerat pasal 365 KUHP ancaman hukuman penjara 12 tahun penjara.

[hhw]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Polisi belum kabulkan penangguhan penahanan penghina Jokowi
  • Epyardi Asda mundur dari pencalonan ketum PPP versi SDA
  • Jenguk Tessy di rumah sakit, ini pesan Arifin Ilham
  • Polisi tembak enam perampok rumah elite di Jakarta
  • Minum cokelat panas sebelum tidur ampuh cegah pikun
  • Kamar dijaga polisi, Tessy tak ditemani keluarga?
  • Setya Novanto: Kami belum ada rapat soal gedung baru DPR
  • Demi Jokowi Adalah Kita, Ben Joshua 'nyepi' dari FTV
  • Hi serem... Seperti ini nih make up halloween ala Taeyeon SNSD
  • Kasus korupsi Transjakarta, Direktur PT Sapta jadi tersangka
  • SHOW MORE