Rakyat hidup morat-marit, rumah dinas Ratu Atut sedot Rp 16 M

Reporter : Dwi Prasetya | Jumat, 19 April 2013 03:00

Rakyat hidup morat-marit, rumah dinas Ratu Atut sedot Rp 16 M
rumah dinas gubernur banten. ©2013 Merdeka.com/dwi prasetya

Merdeka.com - Aktivis yang tergabung dalam Komunitas Soedirman 30 dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengecam anggaran rumah dinas Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah senilai Rp 16 miliar hanya menghamburkan uang negara. Mereka menilai banyak masyarakat Banten yang masih hidup dalam kemiskinan.

"Nilai Rp 16 miliar untuk pembangunan rumah dinas, kalau digunakan untuk membuat rumah masyarakat bisa membangun ratusan rumah, ini Rp 16 miliar satu rumah bahkan masih minta untuk fasilitas," ujar koordinator aksi, Nedi Ondong, dalam orasinya di Banten, Kamis (18/4).

Selain miskin, tak sedikit balita menderita gizi buruk dan infrastruktur yang rusak di Banten.

Rakyatnya menderita, Atut kantongi Rp 250 juta dari sewa rumah
Ogah tempati rumah dinas, Ratu Atut malah sewa rumah Rp 250 juta

Untuk diketahui, Ratu Atut belum pernah menghuni rumah dinas gubernur yang berada di belakang Pendopo Gubernur Banten di Jalan Brigjen KH Syam'un nomor 5, Kota Serang. Alasannya, belum adanya sejumlah fasilitas yang memadai.

"Sarana dan prasarananya untuk di dalemnya itu belum ada, masa Ibu (panggilan Atut untuk dirinya) kudu ngampar tidur di kamar," ujar Ratu Atut Chosiyah usai menghadiri acara sosialisasi Pemilu 2014 di alun-alun Kota Serang, Minggu (7/4).

Padahal, bangunan yang menelan anggaran sekitar Rp 16,14 miliar dari APBD Provinsi Banten 2010 tersebut sudah selesai pengerjaannya beberapa bulan lalu dan telah siap huni.

Baca juga:
Tak ada tempat tidur, Ratu Atut ogah tempati rumah dinas
Bu Atut, kapan isi rumah dinasnya?

[ded]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# Ratu Atut

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE