Pusat diminta turun tangan atasi macet di jalur Puncak

    Reporter : Ilham Kusmayadi | Kamis, 16 Mei 2013 19:09

    Pusat diminta turun tangan atasi macet di jalur Puncak
    Kemacetan Puncak. Merdeka.com/Arie Basuki

    Merdeka.com -

    Bupati Bogor, Rachmat Yasin menegaskan kemacetan arus lalu lintas di jalur Puncak, Bogor sudah bukan lagi pemandangan langka. Sebab, setiap hari kawasan ini sudah menjadi kawasan macet.

    Sementara, Pemerintah Kabupaten Bogor tidak dapat berbuat banyak untuk mengantisipasi kemacetan yang terus terjadi. Pasalnya, infrastruktur di sepanjang jalan Ciawi menuju Cisarua itu dikelola langsung oleh pemerintah pusat.

    "Infrastruktur di Puncak bukan kewenangan pemerintah daerah tapi tanggung jawab pemerintah pusat. Bisa kita, Puncak macet setiap hari, tapi saya heran kenapa pemerintah pusat lebih memperhatikan beberapa jalur yang macetnya hanya setahun sekali, seperti Pantura dan Nagrek," keluh Rachmat pada seminar Bogor Economic Summit (BES) II di IPB International Convention Center, Kota Bogor, Kamis (16/05).

    Untuk mengatasi kemacetan di jalur Puncak, lanjut Rachmat, Pemkab telah mengajukan rencana pembangunan jalur Puncak II. Jalan ini nantinya akan menghubungkan kawasan Sentul dan Cianjur.

    "Kita sudah mengajukan ke pemerintah pusat, untuk memperhatikan secara serius masalah kemacetan di Puncak, tapi sampai sekarang nggak ada realisasinya," ujarnya.

    Dia berharap, pemerintah pusat memberikan dukungan penuh terhadap infrastruktur jalan, karena sangat menunjang pembangunan ekonomi di daerahnya. "Saya akui perhatian pemerintah pusat terhadap infrastruktur daerah masih sangat kurang," katanya.

    Ia mengatakan, jalur Puncak II yang akan dibangun mulai dari Sentul (Bogor) menuju Cipanas, Cianjur memiliki panjang 47 kilometer. "Jalur ini nantinya sebagai alternatif menuju Cianjur dan Bandung baik dari Bogor maupun sebaliknya," katanya.

    Menurutnya, jika jalur Puncak II ini terealisasi maka potensi wisata di Kabupaten Bogor akan berkembang. Karena di sepanjang jalur Puncak II memiliki kesamaan dengan Cisarua sebagai kawasan pariwisata dengan daya tarik kondisi dan potensi alamnya yang masih asri.

    "Akan ada banyak investasi yang masuk nantinya, karena jalur Puncak II dapat mengalihkan konsentrasi wisatawan yang terbiasa datang ke Puncak," paparnya.

    [tyo]

    Komentar Anda


    Suka artikel ini ?
    Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

    KUMPULAN BERITA
    # Jalur Puncak# Kemacetan

    JANGAN LEWATKAN BERITA
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup
    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






    BE SMART, READ MORE
    Today #mTAG
    LATEST UPDATE
  • Jalani rekonstruksi, Jessica kenakan baju oranye & celana pendek
  • Junimart: Demokrasi tercoreng akrobat politik di Pilkada Simalungun
  • Ulet, kunci sukses warga keturunan China di Indonesia
  • Berkah imlek, rezeki dari lampion dan kue keranjang
  • Kisah para keturunan Tionghoa sukses di Indonesia
  • Mereka ramai-ramai menolak LGBT berkembang di dalam negeri
  • Bayaran super mahal, Song Hye Gyo baru beli rumah ratusan miliar
  • Benarkah hujan di malam Imlek membawa berkah?
  • Jelang rekonstruksi, Jessica tiba di Oliver Cafe dan dikawal polisi
  • Selain cat rambut, 3 bahan ini juga bisa sembuhkan rambut beruban
  • SHOW MORE