Pukuli personel TNI, anggota Polda Banten dibui

Reporter : Dwi Prasetya | Selasa, 19 Februari 2013 01:45




Pukuli personel TNI, anggota Polda Banten dibui

Merdeka.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Serang memvonis seorang anggota Polda Banten, Slamet J (56), dengan hukuman penjara selama dua tahun delapan bulan. Hukuman itu dijatuhkan karena Slamet terbukti melakukan pemukulan terhadap seorang anggota TNI, Restu Sihombing di Dermaga V Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, pada akhir tahun 2012 lalu.

Putusan tersebut lebih ringan empat bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, yang menuntut terdakwa dengan tuntutan selama tiga tahun penjara.

"Memutuskan, terdakwa harus dihukum pidana dengan pidana penjara selama dua tahun dan delapan bulan," kata Ketua Majelis Hakim Lian Henry saat membacakan vonis di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Senin (18/2).

Majelis hakim menyatakan, terdakwa terbukti bersalah, bersama-sama di muka umum melakukan tindak kekerasan yang menyebabkan lukanya seseorang. Perbuatan tersebut melanggar sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 170 ayat 2 ke 1 KUHP.

Majelis hakim dalam pertimbangannya menyatakan, hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa selaku aparat tidak memberikan contoh yang baik. Terdakwa belum meminta maaf, dan melakukan perdamaian dengan korban.

"Sementara, hal yang meringankan, selama terdakwa disidang, selalu berlaku sopan dan berterus terang mengakui perbuatannya. Terdakwa juga belum pernah dihukum," katanya.

Setelah mendengarkan putusan tersebut, terdakwa melakukan koordinasi dengan penasihat hukumnya dan menyatakan pikir-pikir atas putusan itu.

Usai persidangan, penasihat hukum terdakwa, Sutisna mengatakan, kliennya bisa saja dikeluarkan dari kesatuannya jika sudah ada keputusan yang tetap.

"Ya, bisa (dikeluarkan dari dinasnya) tapi kita masih pikir-pikir terhadap putusan tersebut. Yang jelas, terdakwa juga akan dikenai sanksi," kata Sutisna.

Peristiwa pemukulan bermula saat korban datang ke Dermaga V Pelabuhan Merak pada 22 September 2012 lalu, untuk mengurus perusahaan ekpedisi PT Trans Auto. Namun saat tiba di lokasi, pengurusan tersebut dipegang oleh saudara terdakwa, Iwan.

Korban kepada Iwan mengajak ke Bos perusahaan PT Auto Trans di Jakarta, supaya jelas siapa yang berhak memegang kepengurusan tersebut. Ajakan tersebut direspon Iwan dengan memanggil terdakwa melalui telepon.

Namun, setibanya di lokasi, terdakwa langsung memukul korban bersama Iwan dan Isan hingga tersungkur dan babak belur. Tindakan terdakwa berhasil dihentikan polisi yang tengah berjaga di pelabuhan.

[dan]

KUMPULAN BERITA
# Bentrok TNI Polri

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Mirip sebutan ekstremis, cokelat ISIS di Belgia ganti nama
  • Kasus Haji, KPK geledah kantor KBIH milik politikus Demokrat
  • Kencan mesra, Josh Hutcherson - Claudia Traisac pakai baju kembar
  • China luncurkan misi keliling bulan delapan hari
  • Wali Kota Solo janji biarkan putri Jokowi bersaing buat CPNS
  • JK: Jika 4 nama disetor oleh KPK, pengumuman menteri malam ini
  • Mengerikan, ini kronologi anjing Michelle Ye serang Li Yixiao
  • Tak mau Persib disanksi PSSI, Bobotoh ini ngaku penyulut flare
  • Jatuh dari perahu karena mabuk, Asep tenggelam di Kali Sunter
  • JK beri sinyal Tjahjo & Yasonna calon menteri Jokowi dari PDIP
  • SHOW MORE