Psikolog: Ayah bunuh anaknya akibat frustrasi kolektif

Reporter : Henny Rachma Sari | Kamis, 14 Februari 2013 07:47




Psikolog: Ayah bunuh anaknya akibat frustrasi kolektif
Ilustrasi tindak kriminal. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock

Merdeka.com - Meningkatnya kualitas para pelaku kejahatan saat ini semakin mengkhawatirkan. Publik dikejutkan dengan adanya seorang bapak kandung tega membunuh anak. Dia juga diduga membunuh kekasih sang anak. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Karanggebang, Kecamatan Jetis Ponorogo Jawa Timur. Padahal sang bapak adalah mantan kepala desa.

Menanggapi hal tersebut, Kasubag Psikolog Biro Sumber Daya Manusia Polda Metro Jaya, AKBP Arif Nurcahyo mengatakan jika dalam perspektif psikologi, siapa pun bisa menjadi pelaku dan korban.

"Itu akumulasi dari persoalan yang tertimbun dan tidak terselesaikan. Sehingga orang bisa dalam posisi sudah tidak ada harapan lagi atau hopeless, rasa bersalah yang berlebihan membuat adanya pikiran melawan atau menjadi korban. Pilihannya hanya kalau dia tidak melawan maka dia akan menjadi korban," ujar Nurcahyo, saat dihubungi merdeka.com, Kamis (14/2).

"Artinya tingkat kesulitan hidup terganggu kemudian tidak punya privasi, hal itulah yang membuat seseorang kembali ke cara berpikir instingtif," tambah Nurcahyo.

Nurcahyo mengatakan, naluri itu hanya dimiliki oleh hewan. Seperti perilaku hewan yang hanya mencari kenikmatan dan kepuasan diri sendiri melalui nalurinya, jadi siapapun yang menghalangi hal tersebut maka secara spontan akan melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

"Jadi jika sudah insting yang mendominasi di dalam pikiran manusia, maka yang ada hanya prinsip hidup atau mati. Seperti orang kalap," terang Nurcahyo.

"Saat ini masyarakat sedang dalam kondisi frustrasi kolektif. Kalau ada orang kalap itu wujud dari kepanikan," imbuh Nurcahyo.

Sebelumnya, Eko Budianto (50) warga Dusun Taman Asri, Desa Karanggebang, Jetis Ponorogo, Jawa Timur dengan secara keji membunuh anaknya yang bernama Krisnanda Mega Pratama (26).

Sang ayah Eko Budianto membunuh Mega Pratama karena jengkel atas tingkah anaknya yang di luar batas. "Pengakuan bapaknya dia melakukan pembunuhan tersebut karena jengkel atas tingkahnya yang sudah di luar batas. Saat melakukan pembunuhan dia dibantu teman korban Amru Nasruddin (26) pada Rabu (06/02) sekitar pukul 03.00 dini hari," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Ponorogo AKP Misrun, Rabu (13/2).

Saat sedang tidur, korban ditusuk dada kirinya sampai tewas. "Ditusuk dengan pisau beberapa kali ke dada kirinya," tutur Misrun.

Setelah dibunuh, lanjut Misrun, korban dibawa ke Kali Keyang, yang tak jauh dari rumahnya. Pelaku menggantung tubuh Mega dengan pelepah pisang agar terkesan bunuh diri.

Tidak hanya itu, seminggu kemudian, Suprihatin (22), yang merupakan kekasih dari Mega Pratama juga ditemukan tewas di rumah Eko sang pelaku. "Suprihatin tewas dengan 21 luka tusukan di tubuhnya, yakni 18 tusukan di punggung kiri dan tiga luka tusukan di leher," tutur Misrun lagi. Polisi masih menyelidiki apakah Eko juga yang membunuh Suprihatin.

[bal]

KUMPULAN BERITA
# Pembunuhan

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER

LATEST UPDATE
  • Romi bawa tiga saksi laporkan SDA ke Polda Metro Jaya
  • Ditahan, Udar Pristono minta Kejagung periksa Jokowi
  • Puncak HUT Jabar ke-69, pemprov gelar pesta rakyat
  • Drama Rain - Krystal rilis teaser full nan romantis
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri justru sebabkan sakit kepala?
  • Gunung Slamet kembali meletus, Purwokerto hujan pasir
  • Astra 'jadi korban' perang diskon harga mobil
  • Harga batu bara anjlok, penjualan United Tractors merosot
  • Adik Taufiequrachman Ruki akui terima duit eks Kepala Bappebti
  • Tahun depan anggaran operasional SKK Migas naik Rp 100 miliar
  • SHOW MORE