Prostitusi terselubung di Medan, PSK sering berkedok terapis

Reporter : Yan Muhardiansyah | Minggu, 2 Juni 2013 09:16




Prostitusi terselubung di Medan, PSK sering berkedok terapis
PSK. shutterstock

Merdeka.com - Praktik prostitusi boleh jadi ada di semua daerah, tak terkecuali di Medan. Di kota ini geliat pelacuran berselubung salon, panti pijat atau spa bertebaran di sejumlah tempat.

Salon, spa dan panti pijat yang ditengarai sebagai kedok prostitusi tersebar di sejumlah wilayah kota Medan, semisal di kawasan Medan Petisah, Medan Tembung, Medan Kota. Razia-razia yang digelar Satpol PP di sana menunjukkan kuatnya dugaan mengenai adanya praktik prostitusi.

Sebagian lokasi salon, panti pijat, atau spa 'menyalah' ini biasanya dirazia menjelang Ramadan. Tahun lalu puluhan perempuan muda diamankan dari salon yang ditengarai menyediakan jasa plus-plus.

Memang tak semua salon, panti pijat atau spa yang berindikasi sebagai lokasi prostitusi. "Tentu tidak semua. Biasanya kita langsung tahu dari mulut ke mulut bahwa di salon atau spa mana saja yang ada layanan plus-plusnya. Kalau sudah masuk ke dalam, suasananya juga berbeda," jelas Alex (36) bukan nama sebenarnya, yang mengaku sering mengunjungi salon, panti pijat dan spa plus-plus, Minggu (2/6).

Dia memaparkan, sebagian salon, panti pijat dan spa nyata-nyata menawarkan layanan plus-plus. "Mereka benar-benar menawarkan perempuan untuk begituan. Kita tinggal registrasi dan pilih perempuan sesuai yang kita suka untuk melayani," ucap Alex.

Tapi ada pula salon, panti pijat atau spa yang membungkus layanan plus-plus itu dengan paket yang sama sekali tidak menunjukkan adanya praktik prostitusi. Tapi, tetap saja transaksi seks dapat berlangsung mengiringi paket-paket itu.

Menurut dia, praktik pelacuran ini tidak berbeda dengan di tempat lain. Hanya, kemasannya dibuat legal. Mereka menawarkan satu paket servis sampai full service.

"Biasanya paket mereka yang full service itu hanya sampai pemijatan alat vital, kita dionani. Biar mereka aman, untuk begituan, tidak ada yang namanya menjual perempuan. Kita dibiarkan negosiasi dengan perempuan yang namanya terapis itu. Sebenarnya ya prostitusi, cuma kalau di salon dan spa plus-plus itu istilah untuk orang yang melayani disebut terapis, padahal praktiknya ya PSK," jelas Alex.

Harga yang harus dibayar pengguna jasa bergantung pada salon, panti pijat atau spa. Semakin besar nama dan mewah fasilitasnya, maka harganya pun semakin mahal.

Biaya ini, biasanya sudah ditetapkan salon, panti pijat, dan spa. Untuk dilayani sesuai paket yang disediakan, pengunjung umumnya harus membayar Rp 50.000-Rp 1.200.000. "Jika ingin plus, kita tinggal nego dengan terapisnya. Kalau dia mau ya berarti PSK," pungkas Alex.

[hhw]

KUMPULAN BERITA
# Prostitusi

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Ada PNS sambangi DPRD DKI, Ahok ancam potong anggaran
  • Graha Pemilu dibutuhkan karena Gedung KPU termasuk cagar budaya
  • Dillon, keledai pertama di dunia yang dibayar pakai kartu kredit
  • Ke RSPP, Akbar doakan Suhardi cepat sembuh & berjuang di koalisi
  • Syahrul dan istri piknik ke luar negeri pakai duit korupsi
  • Ini manusia jerapah dari China
  • Perampok Bank Muamalat terungkap dari gerak-gerik pelaku
  • BBM makin langka, ini 8 sumber energi penggantinya
  • SBY siap respons desakan Jokowi soal kenaikan harga BBM
  • Sang penantang Nissan Juke menampakkan diri 'lagi'!
  • SHOW MORE