Porter dan masyarakat sekitar Gunung Rinjani dilatih SAR

    Reporter : Ramadhian Fadillah | Rabu, 30 Januari 2013 10:23

    Porter dan masyarakat sekitar Gunung Rinjani dilatih SAR
    ilustrasi SAR REUTERS/Beawiharta

    Merdeka.com - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) akan melaksanakan latihan SAR atau pencarian dan pertolongan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya musibah yang menimpa para pendaki Gunung Rinjani (3.726 meter di atas permukaan laut).

    Kepala Tata Usaha TNGR Sulistriono di Mataram, mengatakan, pada tahun ini pihaknya akan menggelar latihan SAR bagi porter dan masyarakat sekitar pintu pendakian Gunung Rinjani guna meningkatkan kemampuan mereka dalam upaya pencarian dan penyelamatan korban jika terjadi musibah pendakian gunung tersebut.

    "Dengan adanya latihan SAR tersebut masyarakat dan para porter bisa membantu Tim SAR dalam memberikan pertolongan jika terjadi musibah yang menimpa para pendaki. Kita tidak berharap terjadi musibah. Namun, kalau masyarakat dan semua porter sudah terlatih, ini akan cukup membantu," ujarnya.

    Menurut dia, Gunung Rinjani merupakan salah satu objek wisata pendakian yang relatif cukup rawan, terutama pada musim cuaca buruk. Selama ini, telah beberapa kali terjadi musibah menimpa pendaki yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

    Pada tanggal 10 Maret 2007, tujuh pelajar asal Pulau Lombok yang mendaki Gunung Rinjani ditemukan tewas di wilayah perbatasan Pelawangan, Sembalun dan Danau Segara Anak.

    Ketujuh korban pelajar dan mahasiswa yang mendaki Gunung Rinjani itu tewas akibat terjebak cuaca buruk dan kehabisan makanan. Dugaan kuat terjebak cuaca buruk karena jenazah mereka ditemukan tidak di dalam jurang.

    Para pendaki yang bernasib nahas itu adalah Khaerul Antoni, warga Dasan Baru, Aikmel, Lotim dan Anwar Sadat, warga Lokan Mujur, Praya Timur, Lombok Tengah.

    Selain itu, Herman Hadi, mahasiswa asal Desa Rensing, Sakra Barat, Lotim dan Abdul Rozak, mahasiswa asal Mujur, Lombok Tengah. Sementara dari jenazah dan satu korban lainnya H. Abdullah, warga Gili Gde Sekotong Barat, Sekotong, Lombok Barat.

    Selanjutnya, pada tanggal 29 Juni 2010, pendaki asal Italia Federica Frovera (27) ditemukan tewas di Gunung Baru Jari (anak Gunung Rinjani).

    Korban tewas diduga akibat kelelahan setelah mandi di Danau Segara, saat mendaki selama satu minggu.

    Saat itu korban berada di Kilometer 8,3 dari Danau Segara menuju Pelawangan Senaru. Saat itu Gunung Baruijari yang berada di kaldera Gunung Rinjani sedang berstatus waspada, dan masih mengeluarkan letusan kecil dengan asap tebal setinggi 300 meter.

    Masih banyak pendaki lain yang tewas akibat keganasan Gunung Rinjani. Bahkan, hampir setiap tahun gunung yang menyimpan banyak misteri itu menelan korban jiwa.

    Oleh karena itu, kata Sulistriono, latihan SAR menjadi semakin penting dalam upaya mengantisipasi kemungkinan terjadinya musibah pendakian.

    [ian]

    Komentar Anda


    Suka artikel ini ?
    Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


    BE SMART, READ MORE
    Today #mTAG
    LATEST UPDATE
  • Tak kuat disiram air panas dan disetrika majikan, Ani melarikan diri
  • Keprihatinan seorang ayah mengantar pria ini jadi pengusaha sukses
  • Berpisah dengan Cinta, ini alasan Rangga tinggal di New York
  • Trombosit menurun, pelawak Tessy sempat dilarikan ke rumah sakit
  • Bareskrim Polri tetapkan satu lagi tersangka korupsi UPS
  • Lawan laporan Indra Bekti, Reza Pahlevi ikutan datangi KPI
  • KPK tidak perlu Dewan Pengawas karena sudah diawasi Presiden dan DPR
  • Bos BKPM keluhkan tak lakunya lowongan pekerjaan di Indonesia
  • Soal Asty Ananta atau Cut Meyriska, apa kata Roger Danuarta?
  • Ridwan Kamil: Saya putuskan maju atau tidak Pilgub DKI bulan Maret
  • SHOW MORE