Polri masih dalami bekas kelompok teroris gabung ke ISIS
Merdeka.com - Polri masih memonitor pergerakan kelompok terduga Islam Irak dan Suriah di Indonesia merupakan hasil sempalan dari gerakan kelompok terduga teroris. Sejauh ini Polri belum menemukan indikasi kelompok tersebut membentuk gerakan baru yang terkait dengan ISIS.
"Yang memimpin kan masih belum jelas. ISIS masuk golongan mana masih dicari-cari. Sempalan organisasi radikal, kita belum pastikan terkait ISIS atau bukan," kata Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol Anton Charliyan di Humas Mabes Polri, Jakarta, Rabu (25/3).
Anton mengatakan itu sebab dari beberapa hasil operasi yang dilakukan tim detasemen khusus antiteror 88 mematahkan kabar tersebut. Salah satunya terhadap terduga kelompok teroris di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
"Contohnya di Nusakambangan ada yang ditangkap satu kelompok anggota teroris. Ada yang pro ISIS dan ada yang tidak," ujar Anton.
Karena itu dia belum bisa memastikan bekas terduga kelompok radikal selalu bermetamorfosa menjadi kelompok ISIS. Bahkan dari hasil pertemuan negara berpenduduk mayoritas Muslim seperti Suriah menentang adanya kelompok yang mengatasnamakan Islam garis keras tersebut.
"ISIS ini juga dilarang di Turki dan Suriah. Berdasarkan konferensi Islam di Arab, ISIS ini malah musuh utama," papar Anton.
Dikatakan Anton dari hasil pemeriksaan terhadap warga negara Indonesia yang terduga hendak bergabung dengan ISIS ada beberapa pola rekruitment untuk bergabung dengan kelompok tersebut. Pertama dengan mengatasnamakan ajaran Islam kedua dengan motif ekonomi.
"Cirinya itu mengkafirkan orang, apakah atas nama ulama di dunia. Kedua menghalalkan radikal ISIS dan sadis," tandasnya.
Namun dari beberapa yang dimintai keterangan ada dua alasannya para WNI tersebut bergabung dengan ISIS. Pertama mengenai akidah Islam dan motif ekonomi.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya