Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Politisi PDIP duga penyusun pidato sengaja degradasi Jokowi

Politisi PDIP duga penyusun pidato sengaja degradasi Jokowi TB Hasanuddin. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Peristiwa salah sebut kota lahir Proklamator Soekarno oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang reaksi dari masyarakat. Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengaku kasihan lantaran pimpinan negara itu di-bully habis-habisan.

Politisi PDI Perjuangan itu menyebut, ihwal tersebut pertama murni kesalahan staf yang menyusun pidato Jokowi pada peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 2015 di Blitar. Dalam pidatonya, Jokowi menyebut kota lahir Soekarno adalah Blitar, padahal seharusnya Surabaya.

Kedua, staf di lingkaran Jokowi dinilai teledor karena tidak melakukan koreksi ulang pada naskah yang dibacakan secara mendadak.

Mantan Sekretaris Militer itu lantas mempertanyakan profesionalisme staf presiden sekarang. "Apakah ada kekhilafan dari staf? Atau ada unsur mendegradasikan integritas Presiden Jokowi. Saya curiga ada yang punya agenda politik," terangnya.

Kesalahan mendasar tersebut tentang pidato presiden menurut dia juga bukanlah yang pertama. Sebelumnya orang yang menyusun pidato juga pernah memberikan data salah soal utang IMF.

"Ini bukan sekali sekali atau dua kali. Lebih-lebih Jokowi sering diberi data sampah oleh stafnya. Kejadian sebelumnya misal utang Indonesia oleh IMF yang (salah). Akhirnya diklarifikasi Menteri Keuangan," jelasnya.

"Saya kasihan. Saya menyarankan (Jokowi) segera melakukan evaluasi orang di sekelilingnya," lanjutnya.

(mdk/ren)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP