Polisi tembakkan gas air mata karena penonton reggae ricuh
Merdeka.com - Malam tadi launching buku di Tee Box Cafe di Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru bubar karena tembakan gas air mata petugas Kepolisian Polres Jakarta Selatan.
Menurut Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Hermawan, sesuai laporan yang diterima acara tersebut ricuh dan panitia meminta bantuan petugas untuk mengurai massa yang memaksa masuk ke dalam kafe saat acara musik berlangsung.
"Sekitar 300 penggemar masuk, kemudian terjadi kekacauan yang akhirnya pihak panitia meminta bantuan piket penjagaan dan massa berhasil dicairkan dengan menembakkan gas air mata," kata Hermawan, Senin (18/2).
Hermawan menjelaskan, kericuhan acara peluncuran terjadi sekitar pukul 20.00 WIB malam tadi. Saat ini pihaknya telah meminta keterangan kedua belah pihak yaitu pihak manajemen cafe Tee Box dan juga Panitia penyelenggara acara launching buku tersebut.
"Panitia dan pihak Tee Box sudah didata dan diperiksa," ujarnya.
Seperti diketahui, acara peluncuran dan diskusi buku bertajuk "Negeri Pelangi" karya penyanyi reggae Ras Muhamad buyar akibat tembakan gas air mata oleh polisi. Aksi tersebut dilakukan ke arah penggemar karena dianggap berpotensi menimbulkan kerusuhan.
Para penggemar sudah memadati tempat berkumpulnya para rastafari (sebutan penggemar musik reggae atau rasta) sekitar pukul 18.00 WIB, sedangkan peluncuran buku dan penampilan band dimulai pada pukul 19.30 WIB.
Penggemar kecewa karena tidak dapat masuk ke dalam kafe untuk menyaksikan secara langsung penyanyi pujaannya beraksi. Akibatnya, mereka memaksa masuk, sementara kapasitas kafe tidak mampu menampung para penggemar yang berada di luar.
Saat acara peluncuran dan diskusi yang dimoderatori pengamat musik Bens Leo dimulai, acara berlangsung tenang dan diwarnai suka cita dari para penggemar Ras Muhamad.
Mereka dengan khidmat mendengarkan dan menyaksikan diskusi bedah buku dan penuh antusias dengan tepuk tangan serta tanya jawab dua arah.
Setelah diskusi, acara beranjak pada penampilan musik dari penulis buku "Negeri Pelangi" itu beserta band pendukung lainnya seperti Republik 21, Day Afternoon, Boys n Roots, Conrad Vibration dan Ras Muhamad & The Easy Skankin Band.
Penonton mulai gusar saat mendengar suara musik dari dalam ruangan. Kondisi itu membuat para penggemar memaksa masuk ke dalam meski sudah dicegah oleh petugas keamanan kafe.
Melihat adanya potensi terjadinya kerusuhan, polisi bertindak dengan menembakkan gas air mata ke arah kerumunan massa. Akibatnya, acara yang semula tenang menjadi ricuh. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya