Merdeka.com tersedia di Google Play


Polisi tangkap perampok dan pembunuh pengusaha mebel Pademangan

Reporter : Pramirvan Datu Aprillatu | Senin, 13 Mei 2013 18:23


Polisi tangkap perampok dan pembunuh pengusaha mebel Pademangan
ilustrasi. ©2012 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Polisi menangkap pelaku perampokan sekaligus pembunuhan pengusaha mebel, Johandi (69) di Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara. Berdasarkan pengakuan dua dari empat pelaku terungkap bahwa sebelum melakukan aksinya, mereka sempat menyelinap masuk ke kamar milik korban.

Dua pelaku bersembunyi di kolong tempat tidur selama tujuh jam sebelum melakukan aksinya. Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol M Iqbal mengatakan, otak perampokan adalah Suheri (28). Dia mengajak ketiga temannya, Urip (45), Harno, dan Ratno untuk beraksi.

"Saat itu, Selasa (30/4) sekitar pukul 15.00 WIB, Suheri datang bersama ketiga temannya. Namun, Suheri hanya memantau dari jarak 50 meter dari toko furniture milik korban, sedangkan tiga teman lainnya mempunyai tugas masing-masing," ujar Iqbal.

Iqbal menambahkan Ratno berpura-pura menjadi pembeli dan dilayani oleh korban. Saat korban tengah sibuk melayani Ratno, dua pelaku lainnya, Harno dan Urip menyelinap masuk ke kamar yang terletak di lantai dua.

Harno dan Urip langsung bersembunyi di kolong tempat tidur. Sementara, korban masih sibuk berada di lantai satu menjual barang-barang furniturenya.

"Harno dan Urip mengumpat di kolong tempat tidur, jam 15.00 WIB. Lalu ketika pukul 22.00 WIB, kedua pelaku langsung turun ke lantai satu, ke kamar korban," kata Iqbal.

Pintu kamar korban kemudian diketuk oleh pelaku dengan mengaku sebagai sopir korban. Saat pintu dibuka, korban langsung didorong dan dipukul bagian belakang lehernya oleh tersangka.

"Kemudian korban langsung mulutnya diikat lakban, kedua kaki dan tangannya juga diikat. Saat itulah, mereka langsung menggasak harta benda korban," kata Iqbal.

Pelaku, berhasil membawa uang korban Rp 40 juta, satu unit ponsel, dan satu unit sepeda motor Supra X. Sementara itu, kedua pelaku lainnya, Urip dan Ratno mengawasi keadaan lingkungan di toko korban dari jarak 50 meter.

"Urip dan Ratno memberi informasi ketika keadaan di depan toko sudah sepi dan aman. Saat itulah, mereka langsung ke luar toko tersebut, dan melarikan diri," bebernya.

Seperti diketahui, seorang pengusaha mebel, Johandi (69), ditemukan tewas di rumahnya, Jalan Pademangan VI, Pademangan Timur, Jakarta Utara. Korban ditemukan di kamarnya yang terletak di lantai dua rumahnya oleh anaknya.

Oleh pelaku, mulut korban ditutup lakban, sementara kedua tangan dan kakinya diikat. Sementara, barang berharga seperti sepeda motor dan uang di sebuah brankas yang diletakkan di kamarnya, raib.

[dan]

KUMPULAN BERITA
# Pembunuhan# Perampokan

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Pembunuhan, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Pembunuhan.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Putin: Rusia tidak punya program pengawasan terhadap warga
  • Denny JA dukung sastrawan Iwan Soekri dipolisikan
  • Mabes Polri: 200 Orang ditetapkan tersangka pelanggaran Pemilu
  • Listrik di Kawasan Bojong Gede & Cibinong mati 5 jam
  • Toyota Camry 2015, tampil garang dan lebih lega
  • 5 Cara untuk menjaga kesehatan retina mata
  • Dress cantik Kate Middleton ini terjual habis dalam 8 menit!
  • Buntut polemik '33 Tokoh Sastra', sastrawan akhirnya dipolisikan
  • Cancer, kepiting raksasa yang gagal menunaikan misiyna
  • Warga Kolaka Timur tewas gara-gara rebutan air sawah
  • SHOW MORE