Polisi tangkap 3 pendekar terkait kerusuhan di Tulungagung

Reporter : Hery H Winarno | Rabu, 6 November 2013 19:24




Polisi tangkap 3 pendekar terkait kerusuhan di Tulungagung
bentrok. merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Polisi menangkap tiga anggota perguruan silat yang diduga terlibat dalam serangkaian kerusuhan dan perusakan rumah penduduk di wilayah Tulung Agung selatan, Jawa Timur. Kerusuhan tersebut terjadi pada malam 1 Suro lalu.

Kapolres Tulung Agung AKBP Whisnu Hermawan Februanto, mengatakan tiga pelaku yang telah ditangkap masing-masing dua orang diidentifikasi terlibat dalam aksi pemukulan terhadap dua anggota Perguruan Setia Hati Teratai (PSHT) serta seorang lagi terlibat dalam aksi perusakan mobil patroli polisi.

"Ada tiga pelaporan kasus yang kami tangani dalam insiden malam 1 Suro kemarin, yakni terkait pemukulan dengan korban Unggung ditangkap dua orang, perusakan mobil patroli polisi ditangkap seorang, serta perusakan rumah penduduk sedang diperiksa sedikitnya sepuluh saksi," ujar Whisnu seperti dikutip dari Antara, Rabu (6/11).

Tidak dijelaskan detil nama dan identitas tiga pelaku yang saat ini sudah diamankan di Mapolres Tulungagung tersebut. Namun informasi yang beredar, dua pelaku pemukulan anggota PSHT disebut-sebut berasal dari kelompok perguruan Pagar Nusa (PN), seorang lainnya yang terlibat perusakan mobil patroli polisi dari kelompok PSHT.

Ketiga pemuda anggota perguruan silat ini kemungkinan segera ditetapkan sebagai tersangka, sementara untuk sepuluh anggota PSHT lain yang diperiksa dalam perkara perusakan rumah penduduk masih berstatus saksi.

"Kami masih periksa terus, jika alat bukti cukup, tidak menutup kemungkinan mereka juga akan ditetapkan sebagai tersangka," tegas Whisnu.

Konflik yang melibatkan dua perguruan silat PSHT dan Pagar Nusa terakhir terjadi pada malam tahun baru Islam yang jatuh pada Selasa (5/11).

PSHT Tulungagung yang diklaim memiliki anggota lebih dari 18 ribu orang awalnya hanya mengajukan izin kegiatan tirakatan di lima titik lokasi di lima kecamatan berbeda, termasuk di Kecamatan Bandung.

Sebagaimana paparan kronologi kerusuhan versi Kapolres Tulungagung, kegiatan tirakatan yang mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian mulanya berjalan tertib dan aman karena di lokalisir di satu tempat, salah satunya di Stadion Kecamatan Bandung.

Ketegangan mulai meningkat saat dua anggota PSHT yang sedang mencari makan di luar stadion dengan mengenakan pakaian PSHT dipukul lima pemuda di daerah yang menjadi basis warga perguruan Pagar Nusa.

Insiden pemukulan itu memantik emosi ratusan warga PSHT lainnya sehingga terjadilah sweeping beramai-ramai di dua pedukuhan Desa Bandung, Kecamatan Bandung.

Satu unit mobil patroli polisi yang mencoba mengendalikan massa dirusak warga PSHT yang marah, demikian juga dengan belasan rumah penduduk menjadi sasaran amuk mereka lantaran lima pemuda yang melakukan pemukulan tidak kunjung ditemukan.

"Beberapa pelaku lain, baik yang terlibat insiden pemukulan, perusakan mobil polisi, maupun perusakan rumah warga sedang kami kejar. Mereka semua akan diproses sesuai hukum yang berlaku," tegas Whisnu.

[hhw]

KUMPULAN BERITA
# Bentrokan

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Jangan makan siang di meja kerja!
  • Tak ada di video teaser, Sungmin Super Junior tak ikut comeback?
  • Denny JA:Pemerintahan Jokowi bak mesin mobil yang agak lambat ON
  • LBH Lampung desak Pemprov pulangkan jenazah Mayang Prasetyo
  • Mabes Polri tatar siswa SMAN 6 Bulungan agar tak tawuran
  • Polisi: Korban tewas kerusuhan suporter Solo akibat benda tajam
  • Anggota MPR kritik Jokowi: Saatnya bekerja bukan kampanye
  • Ruginya Presiden Jokowi biarkan kementerian tanpa menteri
  • Belahan rok super tinggi, Kate Middleton ekspos kaki cantik
  • Rambah bisnis ritel, AP I bentuk anak usaha 23 September 2014
  • SHOW MORE