Polisi-polisi busuk di Film Hong Kong

Reporter : Harwanto Bimo Pratomo | Sabtu, 20 Oktober 2012 14:33




Polisi-polisi busuk di Film Hong Kong
film polisi. formuladriftasia.com

Merdeka.com - Korupsi sudah menjadi budaya di berbagai sendi kehidupan. Saat ini 'uang pelicin' dirasa perlu untuk memuluskan seseorang atau lembaga mencapai tujuannya.

Tindak korupsi tentunya tidak dibenarkan karena merugikan dan melawan hukum. Korupsi muncul disebabkan banyak faktor antara lain lemahnya peraturan, pengawasan sampai kecilnya upah pegawai.

Jamaknya tindak korupsi saat ini membuat fenomena ini kerap menjadi tema suatu film layar lebar. Polisi menjadi pihak yang sering diangkat sebagai pelaku korupsi. Tugas dan fungsinya yang bersinggungan langsung dengan tindak kriminal membuat kekuasaannya rentan untuk disalahgunakan.

Hong Kong menjadi salah satu negara yang dengan berani menampilkan praktik korupsi polisi ini sebagai tema cerita film. Hal ini jarang ditemui pada film hasil karya anak-anak bangsa.

Inilah beberapa film Hong Kong mengenai polisi korup yang berjaya di hati masyarakat:


1. The Tigers (Wu hu jiang zhi jue lie)

Film yang dirilis tahun 1991 ini menceritakan lima detektif kepolisian yang mencoba bermain api. Berniat mengumpulkan pundi-pundi uang dengan cara tidak halal, mereka malah sial.

Bermula dari kelima detektif tersebut yang tengah menyelidiki peredaran obat terlarang. Pada penyelidikan tersebut, diketahui bahwa kakak ipar salah satu detektif tersebut terlibat. Tak mau ditangkap, sang kakak ipar menyuap detektif tersebut dengan sejumlah uang.

Tak sampai di situ saja, sang gembong obat terlarang terus menerus meneror lima detektif tersebut dengan alasan telah memberikan uang tutup mulut. Dari situlah serangkaian perbuatan kotor detektif tersebut berlanjut sehingga menimbulkan kisah korupsi di tubuh kepolisian.

Film ini disutradarai oleh Eric Tsang dan diperankan oleh beberap aktor ternama Hong Kong seperti Andy Lau, Tony Leung, Felix Wong, Michael Miu dan Kent Tong.


2. I Corrupt All Cops

Film yang disutradarai Wong Jing ini menceritakan potret Hong Kong sebagai negara korup pada periode sebelum 1973 dan bagaimana negara memeranginya. Upaya pemerangan korupsi ini dilakukan dengan munculnya lembaga antikorupsi ICAC (Independent Commission Against Corruption) pada 1974.

Film yang dibuat pada tahun 2009 ini diperankan oleh Bowie Lam, Tony Leung Ka-fai, Anthony Wong, Eason Chan, Wong Jing, dan Alex Fong. Dalam film ini Inspektur Yim yang diperankan oleh Bowie Lam menjadi ketua ICAC yang harus berjibaku melawan godaan, ancaman dan serangan dari para polisi korup.

Tekad ICAC dalam memerangi korupsi terefleksi dalam pidato Inspektur Yim yang mengatakan mulai dari pembasmian polisi korup lalu berlanjut pada revolusi dan membasmi kerajaan korupsi di negeri tersebut.

ICAC ini menjadi model pemberantasan korupsi di negara lain, termasuk Indonesia. Transparency International sekarang menempatkan Hong Kong di urutan 12 sebagai negara paling bersih dari korupsi.


3. Infernal Affairs

Film Hong Kong buatan tahun 2002 ini disutradarai oleh Andrew Lau dan Mak Siu Fai. Sisi orisinalitas dan keunikan ide cerita didukung sinematografi yang menawan membuat film yang dibintangi Tony Leung, Andy Lau, Anthony Wong Chau-Sang, Eric Tsang, Kelly Chen, dan Sammi Cheng sukses memikat mata pecinta film dunia.

Infernal Affairs bercerita tentang seorang polisi yang menyamar menjadi anggota Triad atau geng lokal dan seorang anggota Triad yang menyamar menjadi seorang polisi. Kedua tokoh ini ditugaskan untuk menjadi mata-mata. Keduanya dikirim oleh kedua organisasi yang saling bermusuhan tersebut untuk mendapatkan keuntungan intelijensi di masing-masing pihak.

Pengamat film, Hikmat Darmawan, mengatakan pada film ini penonton dibuat berada dalam wilayah abu-abu atau ambiguitas. Bagaimana ketika polisi teladan, ternyata tanaman penjahat. Dan penjahat teladan adalah tanaman polisi.

"Jadi ada kompleksitas. Sineas Hong Kong berusaha masuk ke realisme saat ini," ujarnya kepada merdeka.com.

Film tersebut menceritakan bagaimana realita sistim dalam tubuh kepolisian saat ini telah tergerus sifat koruptif. "Sineas dan penonton menyadari sifat korup polisi ini bagian dari sistem. Mana jagoan mana penjahat tidak jelas lagi," tuturnya.

Hikmat menambahkan film polisi korup saat ini dan dahulu memiliki perbedaan dimana film polisi di era 90-an merepresentasikan masih memiliki moralitas benar salah yang jelas sedangkan tidak pada film era 2000-an.

[war]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Film Polisi

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Dituduh terlibat aksi pembajakan Sony Pictures, Korut bereaksi!
  • Curi ikan, 2 kapal berbendera Papua Nugini ditenggelamkan TNI
  • Cyrus: Publik nilai Menteri Puan tak punya kinerja menjanjikan
  • Penjahat kambuhan, sebulan sekali pria AS ini ditangkap polisi
  • Gempa 6,1 SR guncang Halmahera Barat
  • Cyrus: Jokowi-JK tak punya kontrol ke parpol anggota KIH
  • Pembangunan Bandara Matahora bikin Wakatobi kebanjiran wisatawan
  • 3 Spesialis pencuri ban serep mobil dan truk dibekuk polisi
  • Hibur warga Solo, anggota Kopassus freestyle sepeda motor
  • Ajak balita naik pesawat, pasutri usaha bikin penumpang nyaman
  • SHOW MORE