Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi kok membela ormas?

Polisi kok membela ormas? Buku Irshad Manji. merdeka.com/henny rachma sari

Merdeka.com - Tindakan kepolisian sektor Pasar Minggu dan Polres Jakarta Selatan yang membubarkan acara peluncuran buku Irshad Manji berjudul 'Allah, Liberty and Love' di Teater Salihara menjadi pertanyaan besar. Polisi bukannya melindungi, tapi malah ikut membubarkan diskusi seperti permintaan FPI.

Namun penilaian itu dibantah oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto. Menurutnya, tugas polisi menjaga ketentraman dan ketertiban serta mencegah potensi gangguan keamanan.

"Polisi ini penjaga kamtibmas, jadi manakala melihat situasi dan kondisi mengarah atau mengakibatkan munculnya gangguan kamtibmas sampai kepada tindak pidana, polisi bisa melakukan tindakan yang diperlukan," jelas Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (5/5).

Acara diskusi tersebut, lanjut dia, dinilai memiliki potensi gangguan kamtibmas. Apalagi, pihak panitia tidak memberitahukan kegiatan.

Dia mengungkapkan, acara diskusi sebenarnya mendapat penolakan dari RT/RW setempat dan kemudian datanglah massa dari Front Pembela Islam (FPI). "Masalah yang dibahas adalah masalah sensitif. Seorang tokoh lesbian yang akan membahas sebuah buku yang bersinggungan dengan apa yang diyakini umat Islam pada umumnya," imbuh Rikwanto.

Untuk itu, langkah Kapolsek Pasar Minggu Kompol Adry Desas Puryanto yang minta acara dibubarkan sudah tepat.

"Polisi berusaha meredam dan pihak panitia diskusi sudah kami berikan arahan-arahan secukupnya dan mereka memahami kemudian kami hentikan. Kami kembalikan kepada tempat masing-masing," tutup Rikwanto. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP