Polisi buru 19 DPO dan dalang perusakan gerai KFC di Medan
Merdeka.com - Polisi memburu 19 tersangka yang terlibat dalam perusakan restoran siap saji KFC di depan Universitas HKBP Nommensen (UHN), Medan, pada Selasa (18/6) dini hari lalu. Selain itu, mereka juga mendalami dugaan keterlibatan aktor intelektual dalam kerusuhan yang terjadi menyusul demo anarkistis menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) ini.
"Saat ini sudah 44 orang tersangka yang kita tahan. Sebanyak 19 orang lainnya sudah kita masukkan dalam DPO. Ini didasarkan pada fakta dan bukti di lapangan, bukan katanya-katanya. Kita sudah ada nama dan gambarnya. DPO bisa bertambah," jelas Wakapolresta Medan AKBP Yusuf Hondawantri Naibaho di Mapolresta Medan, Rabu (19/6) malam.
Hondawan mengingatkan agar mereka yang ikut melakukan perusakan dan perlawanan kepada petugas segera menyerahkan diri. Jika gambar dan nama-nama dalam DPO itu telah disebarkan, dia memastikan akan melakukan tindakan tegas dan terukur.
Sebelum memaparkan perkembangan kasus perusakan menyusul demo menentang kenaikan harga BBM itu, pihak Polresta Medan juga memutarkan rekaman aksi anarki yang dilakukan mahasiswa dan warga. Dalam tayangan itu, terlihat KFC diserang sekelompok orang, termasuk anak-anak.
Mereka bahkan menjarah ayam goreng dari sana. "Itu bukan bagian unjuk rasa. Itu terjadi malam hari hingga tengah malam," jelas Hondawan.
Ke-44 tersangka dan orang-orang yang masuk DPO disangka telah melanggar Pasal 211 subs 212 subs 214 subs 170 subs 406 KUHPidana. Mereka dianggap telah melakukan perlawanan terhadap aparat dan melakukan tindak pidana kekerasan dan pengrusakan bersama-sama.
Dalam kasus ini polisi sempat mengamankan 86 orang yang diduga sebagai pelaku. Sebanyak 42 orang di antaranya sudah dikembalikan ke rumah masing-masing karena tidak cukup bukti untuk menjadikan mereka tersangka. Sebelum dipulangkan, semuanya terlebih dulu meneken surat perjanjian.
Selain memburu 19 orang yang masuk DPO itu, saat ini intelijen Polresta Medan tengah mendalami seorang yang diduga sebagai aktor intelektual dalam kerusuhan malam itu.
"Salah satu kaki tangan sudah di-BAP. Kita mau tangkap di atasnya lagi. Intelektual itu pasti di belakangnya. Ada bukti pengiriman uang. Tapi ini perlu penyelidikan mendalam. Kami tidak mau gembar-gemborkan. Yang pasti ini ada aktor intelektualnya, karena ini bukan unjuk rasa, ini sudah direncanakan," imbuh Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol M Yoris Marzuki.
Kasus perusakan ini bermula dari aksi anarki mahasiswa yang berunjuk rasa tanpa izin untuk menolak kenaikan harga BBM, Senin (17/6). Puncaknya terjadi sesaat setelah DPR menyetujui Rancangan APBN-P. Mahasiswa dan warga menyerang restoran siap saji KFC dan melemparinya dengan batu dan benda tumpul. Selain menjarah ayam, mereka juga mengeluarkan meja, kursi dan sepeda motor pengantar pesanan lalu membakarnya di tengah jalan. (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya